Ke Seberang Jalan

1131 Kata

“Bener udah cukup? Kita pulang?” tanya Mas Aji pada Sunu. “Iya Mas, balik aja, mataharinya hampir tenggelam juga.” Kru mulai mengemasi peralatan yang mereka bawa turun dan membawa semuanya menaiki tebing. Mereka membagi barang yang mereka bawa agar masing-masing dapat kembali ke atas tanpa kesulitan. Mas Aji membantuku dengan berjalan lebih dulu dan seringkali berhenti untuk mengulur tangan padaku. Satu per satu perkakas mulai berpindah dari tanah ke bagasi lagi. Satu yang tersisa tinggal kamera yang masih diutak atik Sunu. Aku sudah di mobil lebih dulu. Begitu pula Mas Aji. Kami tak lagi banyak bicara. Sekedar membuka mulut untuk tersenyum pun rasanya tak cukup tenaga. Di mataku karang tempat kami saling berdiri tadi masih merampas perhatianku. Bagaimana dia ada di sana? Mengapa begitu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN