Tubuh yang Kumaafkan

1287 Kata

Aku tak tahu sedingin apa udara diluar hotel, terakhir kami masuk tadi cukup dingin, hingga kami cepat-cepat ingin berada di dalam kamar meski kami ingin menikmati makan malam di rooftop. Begitu masuk ke dalam kamar, terasa sedikit lebih hangat daripada udara di luaran tadi. Aku berdiri dan menyingkap sedikit tirai jendela kamarku, tampak lalu lalang kendaraaan keluar melintasi jalan. Mungkin mereka sedang menikmati suasana malam di Bali yang gerimis. Lampu jalan yang menciptakan titik-titik terang diantara gelapnya malam juga menjadi pemandangan yang memanjakan mataku. Meskipun tadi aku baru saja berada di titik-titik itu, tapi tak seindah ketika bisa menikmati pendaran yang sekarang jauh itu. Kami baru saja pulang dari jalan-jalan kami yang aku tahu itu melelahkan untuk suamiku. Jadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN