Dengan hati yang berdebar, kubuka chat grup bernama syahdu itu. Begitu masuk kulihat anggotanya, ternyata itu hanya orang-orang yang dinas luar tiga bulan lalu. Awalnya chat berisi tentang janjian selama keberangkatan mereka dulu. Bahkan tentangku yang mengantarnya tanpa senyum pun jadi lelucon di grup itu. Tapi Mas Aji menanggapi semuanya dengan kalimat yang menghindar yang sangat diplomatis. "Itu tanda cinta Pak, pengantin baru masih seru-serunya kok mainannya dibawa dinas, ya cemberut deh," begitu jawabannya di grup sesaat sebelum keberangkatannya dulu. Mungkin saat dia tengah sarapan dulu dia mengirimkan ini. Mengkondisikan teman-temannya termasuk mantan bosku yang sudah begitu dibebaskan pasangannya. Aku tersenyum dengan reaksinya yang melindungiku di hadapan teman-temannya. Meski

