Lupakan Sejenak

1068 Kata

Air hangat itu tak lagi hangat padaku. Terasa dingin karena sudah cukup lama mengguyurku. Aku membelitkan handuk di tubuhku lalu keluar dari kamar mandi. Kulihat Mas Aji masih di tempat tidur dengan memainkan ponselnya.  Aku memunguti baju-baju kotor kami dan memasukkannya pada sebuah kantong plastik yang sudah kusiapkan untuk laundry. Kuperiksa saku-saku yang ada di setiap pakaian kami sebelum kumasukkan pada kantong itu. Ruangan yang semakin dingin membuat pori-poriku membesar dan menyembul.  "Dek, ganti baju dulu," tutur Mas Aji. "Iya Mas, tanggung ini bersihin baju kita, nanti sekalian kita bawa turun laundry," jawabku.  "Kamu mandinya tapi lama banget, ga dingin ta?" tanyanya kembali. Lebih dingin menghadapi kediamanmu di hadapanku Mas. Setelah kukira kamu adalah korbanku, Kuhabi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN