Jangan Marah Padaku

1304 Kata

Aku terbangun oleh matahari yang dipaksa masuk ke mataku. Tirai kamar yang ditarik keras agar cahaya mentari itu mengejutkan mataku yang sebelumnya terpejam. Sosok yang menarik tirai dengan bersedekap melihatku yang masih sesekali menutup mata karena tak siap menerima sinar yang banyak untuk masuk ke dalamnya. Aku tak tahu semalam Mas Aji pulang jam berapa. Aku sama sekali tak mendengar dia yang membuka pintu utama ataupun pintu kamar. Aku melihat hadphoneku telah berada di atas nakas menancap kabel charger dan kondisi layar pecah. Aku terhenyak menyadari mungkinkah Mas Aji membuka isi whatsappku. Membaca setiap chat dan janji pertemuan antara aku dan Yogi. Belum selesai aku berkutat dengan ketakutanku, Mas Aji menyambar handphoneku lalu melemparnya padaku yang masih terduduk dengan seli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN