Dia Membawaku

1379 Kata

Dengan memainkan ponselnya, Yogi duduk dengan tegak namun aku menangkap ada keresahan yang menyergapnya. Aku melihatnya berkali mencuri-curi pandang padaku dan duduknya tak lagi tenang. “Na?” dia pun kembali bersuara. “Iya Yo, ada apa?” Kuletakkan sendok dan garpu tertelungkup menghadap dasar mangkok. Aku tak tahu apa yang membuatnya tidak tenang, tapi kukira dia ingin mengajakku pulang. Mungkin istrinya sudah menghubunginya dari tadi, hanya dia bertahan untukku. “Ke seberang yuk!” ajaknya Aku mengernyitkan dahi, ke atm maksudnya? Atau sebelahnya? “Ke ATM? Kamu ga bawa uang? Gak apa-apa biar aku aja yang bayar,” jawabku santai. “Bukan.” Aku melihatnya dengan mengangkat alis menanyakan maksudnya. Tapi dia hanya menatapku dalam, mengamati wajahku tanpa berkedip lalu tangannya meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN