Sesuatu itu disebut korban. Ketika aku merasa dulu Lasyifa merebut Yogi dariku. Ketika aku merasa hatiku tercabik karena tersingkir tanpa tes uji. Saat aku tiba-tiba harus mengalah dan memang kalah oleh takdir oleh ikatan yang disebut jodoh. Aku merasa menjadi satu-satunya korban dari pernikahan mereka. Dan ketika status korban itu melekat padaku, aku merasa aku harusnya dikasihani. Harusnya aku mendapat kompensasi dari takdir yang tidak menyenangkan itu. Harusnya Lasyifa mendapat balasannya. Aku bahagia saat dia merasa terkhianati, merasa resah karena keberadaanku, dan merasa tak berdaya seperti saat ada di rumah sakit. Dia hanya diam saja tak berkutik atas dominasiku. Aku tak akan munafik jika aku berkata aku pun juga bahagia mendengar kemarahan dan keresahannya lewat rekaman voice no

