Nyaman-Nyaman Saja

1045 Kata

Embun-embun masih menempel di rumput halaman depan, membentuk bulat-bulatan bening tak beraturan. Menempel di rumput-rumput liar bahkan di bunga-bunga yang masih kuncup. Semuanya masih basah dan dingin saat aku menginjaknya tanpa alas kaki. Aku menikmati sejuk yang terasa di telapak kakiku. Karena itu aku sengaja membersihkan halaman depan tanpa alas kaki. Matahari perlahan naik dan memerahkan langit yang semula hitam. Bulan perlahan memutih, tak lagi berwarna kekuningan seperti saat dia menemani gemintang di langit malam. Aku menghentikan aktifitasku, hanya demi melihati bulan separuh yang memucat itu. Dia adalah bulan yang juga bimbang untuk tenggelam meski pagi menjelang. Dia masih ingin menjumpai pagi yang dulu pernah ada di hidupnya. Tapi juga masih menyetiai malam yang telah menjad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN