Aku mulai berdebar kembali saat pintu lift lantai tiga perlahan terbuka. Kami telah sampai di lantai tempat Yogi di rawat. Sunu yang berkata tahu di mana ruangannya, berjalan lebih dulu, disusul Indar dan aku agak jauh dari langkah mereka. Kami memasuki lorong kamar Yogi, aku melihat salah satu tantenya berada di pintu kamar. Aku menunduk sebelum kemudian aku sampai di hadapannya. Indar dan Sunu menyalaminya saat memasuki kamar rawat. Aku mengikuti mereka. Sampai aku di depan tante, aku mengangkat kepalaku. Menyalaminya, mencium punggung tangannya, kusungggingkan senyumku. Tante adalah orang yang dulu juga terlihat sangat ramah padaku. Meski pun saat ini aku mulai meragukan keramahannya, masih tersisa dengan begitu tulus, atau tinggal kepura-puraan yang semu belaka. “Naya?” tanya tant

