Martabak Manis Rasa Kacang

1200 Kata

Aku menuju kedai martabak manis tempat biasa kami membeli martabak rasa kacang favorit kami. Biasanya jam segini belum terlalu antri, karena mereka baru buka. Kedai itu tak jauh dari rumah sakit, hanya sekitar 10 menit saja. Begitu aku datang, pelayan di kedai itu sudah sangat hafal dengan pesananku. "Mau yang seperti biasa Mbak?" tanyanya sambil tersneyum. "Iya Mas," jawabku. "Ditunggu ya Mbak, silakan duduk dulu," seorang pelayan lain mempersilakan aku duduk di kursi panjang yang hampir penuh.  Kedainya sudah cukup ramai meskipun baru buka. Kursi menunggu pesanan hampir penuh. Beruntung aku masih dapat bagian sehingga masih bisa duduk dan tidak pegal berdiri dengan heels tinggi yang kupakai. Sambil menunggu pesanan aku bermain-main dengan handphoneku. Sebuah notifikasi masuk menunjuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN