Aku tersenyum, semoga kamu memang begitu lelakiku. Aku tak ingin kamu akhirnya terlihat sama saja dengan Yogi, dengan jutaan laki-laki di luaran sana yang menyembunyikan banyak kepuasan nafsu dibalik alasan “cinta”. Aku tak ingin kamu akhirnya terdengar sama saja dengan banyak lelaki yang merayu tanpa peduli aku milikmu. Aku meraba dadanya, merasakan detak jantungnya yang sama sekali tak menggebu seperti layaknya orang yang berbohong. Lalu apa dengan video itu? Apakah itu bukan kamu? Benarkah kamu sama sekali tak merasa bersalah karena melakukan itu belakangku? “Masuk yuk Na, udah habis martabaknya,” dia berkata sambil berdiri meninggalkan teras. “Loh?” “Kenapa?” “Aku lo baru ambil dua potong Mas!” “Salahmu ga mau beli dua kotak.” “Kamu ihh.” Dia beranjak masuk ke dalam rumah, tak m

