Kamu Rindu Aku?

1187 Kata

“Mas, sini napa Mas?” panggilku pada suamiku. “Bagus Na sepakbolanya," jawabnya bahkan tanpa melihat ke arahku. “Orang cuma berebutan bola aja mas. Sini napa bentaran ih.” Akhirnya Mas Aji mendekat padaku. Ikut masuk ke selimut dan mengecup keningku pelan. Aku menyandarkan kepalaku ke bahunya. Namun mas Aji menolak sandaranku. “Ada apaan sih Dek? Entar kalo ada gol ga tau ini.” Aku menghembuskan nafas teramat panjang lalu kutunjuk pintu kamar mengusirnya. Rasanya begitu sebal ketika aku berusaha membunuh keraguanku padanya tapi dia justru tidak bisa bersahabat dan memilih untuk melihat hobinya. Aku mengikutinya keluar dengan ekor mataku dan terlihat bibirnya yang mencibir. “Tadi dipanggil sekarang diusir. Kapan sih haidmu selesai? Ga jelas bener!” Aku melotot mendengar ucapannya, be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN