D&W 05

1928 Kata
‘Lelaki itu sudah tau siapa Matenya sekarang’ ‘Kau akan melakukan sesuatu untuk menyulitkan lelaki itu?’ ‘Maybe..’ ‘Jangan mulai. Tidak ada banyak waktu sekarang. Biarkan mereka bersama’ ‘Hanya ujian kecil. Kau tau sendiri mereka sangat cocok untuk cerita ku yang baru’ ‘Apa yang akan kau lakukan?’ ‘Hanya memberi sedikit tugas untuk gadis itu hingga membuat lelaki itu sedikit kesusahan menemuinya’ * Tetua bangsa Immortal dan para penguasa berdatangan ke Silvermoon Pack untuk melakukan pertemuan besar. Mansion Silvermoon pack terlihat sangat sibuk menyambut mereka. Bahkan para maid tidak berhenti berjalan kesana-kemari untuk menyiapkan ruangan untuk para pernguasa dan tetua. Keesokan harinya~ Mereka mulai memasuki aula untuk segera membahas peperangan yang sudah dekat di depan mata. Saat Alpha Silvermoon pack mengirim surat tentang gadis ramalan mereka segera bergegas ke Silvermoon Pack untuk memperjelas semuanya. “Jadi kita berada disini akan membahas gadis ramalan dan keberadaannya beserta perang besar yang akan terjadi sekitar satu tahun yang akan datang” Alpha Loridz yang berdiri di tengah aula segera menjelaskan tujuan pertemuan ini “Kau bisa jelaskan sedikit Alpha Richard? Agar kita semua mengerti. Karena kau orang yang mengetahui hal yang sangat di sembunyikan oleh Demigod” lanjut Alpha Loridz sambil menolehkan kepalanya kepada Alpha Bloodmoon pack. Richard berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke tengah aula. Richard berdiri di tengah para penguasa dan tetua. Dia mulai mengedarkan matanya kepenjuru aula. Setelah menghembuskan nafas Richard segera mengatakan apa yang dia ketahui. “Gadis ramalan itu saat ini sudah berusia 19 tahun. Kini hanya tersisa satu tahun sebelum ramalan itu terjadi. Dari yang aku dengar dari salah satu Demigod, gadis itu memiliki kekuatan yang sangat besar. Tetapi mereka belum mengetahui pasti sebesar apa kekuatannya karna sengaja di sembunyikan oleh para Dewa untuk keamanan gadis itu” mereka yang hadir cukup terkejut dengan ucapan Richard “Bagaimana kau tau tentang hal itu? Dan kenapa Demigod itu mengatakannya padamu? Karena seperti yang di ketahui para Demigod sangat tertutup kecuali dengan sesamanya” tanya salah satu penguasa “Bagaimana aku tau? Mate Betaku adalah Demigod dan Mateku adalah kembaran gadis ramalan. Dia memberitahuku karena menurutnya sudah waktunya bangsa Immortal tau mengenai gadis itu dan berharap bangsa Immortal bisa menjaganya dari para pengikut Kronos. Karena jika sampai gadis itu jatuh di tangan Kronos akan berakibat fatal untuk semua makhluk” jelas Richard. “Lalu aku mengatakan hal ini kepada Alpha Sean karena Mate Alpha Sean adalah sang gadis ramalan” lanjut Richard Semua mata para penguasa melotot mendengar ucapan Richard. Mereka tidak menyangka orang yang akan ikut andil besar dalam menyelamatkan dunia ini adalah Sean, Alpha yang baru saja diangkat. Mereka tidak meragukan kekuatan Sean. Mereka tau seberapa kuat Sean dalam berperang. Tiba-tiba saja raja Mermaid yang baru saja turun dari jabatannya berdiri membuat semua orang melihat kearahnya. “Apa kau benar Mate Fiona, Alpha Sean?” Sean terkejut bagaimana Raja Mermaid itu tau nama Matenya “Bagaimana kau tau nama Mate putraku Raja Gio?” tanya Loridz mewakili Sean “Aku yang mengajarkan mereka berdua dalam mengontrol air. Maafkan aku jika selama ini aku diam meskipun aku tau semuanya. Aku sudah berjanji pada tuanku, Poseidon. Bahwa aku tidak akan mengatakan apapun sampai saat pasangan Fiona di temukan” ucap Raja Gio Semua yang mendengar paham maksud dari Raja Gio. Karena, bagi kaum Mermaid, Poseidon adalah raja mereka. Sudah wajib hukumnya jika mereka tidak akan mengatakan apapun tentang rajanya. “Apa aku boleh tau Raja Gio tentang Mateku. Aku membutuhkan informasi tentangnya” tanya Sean sopan. “Aku juga Raja Gio. Karena Mate Betaku tidak begitu mengenali mereka” Richard juga ingin tau tentang Matenya. Karena tidak banyak informasi yang dia dapatkan. “Baiklah. Mungkin memang ini waktunya” Alpha Loridz mempersilahkan Raja Gio untuk berdiri di tengah aula. “Felycia dan Fiona Mackenzie, itu nama mereka. Mereka terlahir saat Blue Moon. Kalian pasti tahu kan?” mereka mengangguk. Mereka ingat tentang fenomena Blue Moon 19 tahu lalu. “Saat mereka terlahir kami para Mermaid mengira jika kekuatan mereka terbagi menjadi dua, ternyata tidak. Felycia terlahir sebagai Halfblood biasa sedangkan Fiona sebagai gadis ramalan. Di usia mereka yang ke tujuh aku diberi kepercayaan oleh Dewa Poseidon untuk mengajari mereka bagaimana cara mengontrol air. Dalam waktu singkat mereka berdua menguasainya. Mereka sangat pintar. Dalam bertarung Felycia sangat mahir memanah tapi tidak begitu mahir dalam berpedang berbeda dengan Fiona yang mahir keduanya. Seperti yang ramalan katakan, Fiona memiliki kekuatan tiga Dewa Besar. Tetapi aku tidak bisa mengatakan apa saja kekuatan yang dimiliki Fiona. Alpha Sean nanti akan mengetahui sendiri. Saat ini Fiona sudah bisa mengontrol semua kekuatannya. Tetapi diusia nya yang kedua puluh kekuatan itu akan lost control. Karena itu sebelum berumur dua puluh tahun Fiona sudah harus menemukan pasangannya, agar kekuatannya terkendali” Raja Gio menjelaskan panjang lebar. Semua tercengang tak terkecuali Sean. Bagaimana tubuh sekecil itu bisa kuat menampung kekuatan yang begitu besar. Setelah pertemuan besar usai. Sean dan Richard pergi menemui Raja Gio karena mereka masih penasaran dengan Mate mereka. “Raja Gio. Boleh kami bertanya tentang karakter Mate kami?” tanya Richard “Ya, tentu saja. Pertama, Felycia. Gadis itu adalah gadis yang ceria dan penuh semangat. Felycia, gadis itu seakan tidak memiliki rasa lelah sama sekali. Lalu Fiona, gadis itu sangat pendiam berbanding terbalik dengan Felycia. Banyak orang yang menebak apa yang ada di pikirannya termasuk kembarannya sendiri. Mereka partner yang hebat saat melakukan misi. Mereka hanya memiliki dua teman di camp Halfblood. Yaitu, Aiden sang satyr dan Krystal Daughter of Artemis. Saat di camp halfblood maupun menjalankan misi mereka selalu bersama. Mungkin akan sedikit mudah untuk mendekati Felycia karena karakternya yang ceria tapi tidak dengan Fiona. Gadis itu sangat berhati-hati dengan orang baru” ujar Raja Gio Mereka berdua kemudian pamit saat merasa sudah cukup informasi tentang Mate mereka. Kali ini, mereka hanya perlu memikirkan cara mendekati Mate mereka. Mengingat Demigod bukan seperti Werewolf yang dapat mengetahui siapa pasangan sehidup semati mereka. Mereka harus pelan-pelan mendekatinya. Terutama Sean. Matenya cukup sulit didapat. *** “Fio, aku bingung” Fiona hanya menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan kakaknya “Bingung kenapa?” “Kenapa akhir-akhir ini kita mendapatkan banyak misi? Hingga membuat kita hampir selalu berada jauh dari camp selama berhari-hari kadang sampai berminggu-minggu” “Kau benar. Biasanya kita tidak mendapat misi jauh dari camp Halfblood. Karena akan sangat berbahaya jika para pengikut Kronos mengetahuinya” Fiona juga merasa aneh dengan hal ini. Seakan ada yang sengaja membuat mereka sibuk. Tapi Dewa mana yang melakukan hal itu. Karena hanya Dewa yang bisa melakukan hal ini. Para Dewa biasanya mudah bosan dan menggoda para Halfblood adalah cara mereka melepas setres. “Satu tahun lagi usia kita menginjak dua puluh tahun. Kita harus segera menemukan pasangan kita bukan, Fio?” “Kau benar Cia. Sepertinya pasangan kita sudah dekat hingga ada Dewa yang sengaja membuat kita sibuk agar kita tidak dapat bertemu mereka” Fiona kini sadar dengan misi mereka yang semakin banyak. Bagaimana tidak, saat mereka baru saja tiba di camp Halfblood mereka sudah harus menjalankan misi lagi. Bahkan mereka baru saja tiba setelah seminggu berada di Yunani menyelesaikan misi. Mereka tidak di berikan waktu untuk beristirahat sebentar. Bahkan Krystal dan Aiden selalu mengeluh karena kurang istirahat. “Baiklah kita ikuti saja permainan mereka” Felycia menganggukkan kepala kemudian merebahkan dirinya, begitu juga Fiona. Dalam hitungan menit mereka terlelap. * Sean sedang berada di Bloodmoon Pack mengunjungi temannya Richard. Dia merasa aneh karena belakangan ini mereka sangat susah menemukan Mate mereka. “Kau sudah bertemu secara langsung dengan Matemu?” tanya Sean “Belum. Bahkan aku sengaja menyuruh Gamma ku untuk berjaga disana. Tapi Gamma ku berkata seminggu ini dia tidak melihat Mateku” ujar Richard “Rasakan kalian. Kalian mendapat Mate yang cukup susah di dapat” ujar Bryan mengejek. “Seharusnya kau membantuku dan Richard” “Siapa suruh kalian dulu bukannya membantuku malah menertawakanku. Sekarang kalian rasakan keusilan para Dewa dan Dewi” “Keusilan apa maksudmu?” Sambil menunjuk langit Bryan berkata, “Mereka sudah tau jika kalian menemukan Mate. Berhubung kalian adalah Mate dari putri Dewa Poseidon. Mereka sengaja menjauhkan kalian dengan mereka. Agar kalian frustasi seperti ini. Ini hiburan bagi mereka” Kai yang berada di sana hanya menyimak malas menanggapi karena merasa ini tidak ada sangkut paut dengan dirinya. “Kau gila, begini kau sebut hiburan” semprot Sean “Bukan aku tapi para Dewa Dewi. Mateku mengatakan jika ibunya sedang mengerjai kalian” “Dewi Aphrodite, maksudmu?” “Iya. Bella bilang jika ibunya ingin membuat novel baru dengan kalian sebagai tokoh utamanya, begitu” jelas Bryan terkikik “Wah gila.. Bagaimana bisa melakukan hal konyol seperti ini?” Tiba-tiba Gamma Richard menerobos masuk kedalam ruangannya dengan nafas terengah. “Alpha hah... hah... hah...” “Normalkan nafasmu baru bicaralah” perintah Richard. “Gadis yang memiliki ciri-ciri seperti Mate anda baru saja tiba di camp Halfblood sekitar tiga jam yang lalu Alpha” sang Gamma mulai berbicara setelah nafasnya kembali normal “Lalu kenapa kau terlihat seperti habis berlari dan baru mengatakannya sekarang Hugo?” tanya Bryan “Saya tadi masih mengintai tetapi setelah mendengar sesuatu, saya segera kemari hendak memberitahu Alpha, Beta” jawab Hugo. “Bukannya kau bisa mindlink saja tanpa harus berlari seperti itu dan kau bisa melanjutkan pengintaian mu” ujar Bryan yang tidak habis pikir dengan Gammanya. Kenapa harus berlari seperti itu jika mindlink saja bisa. “Ah.. maaf Beta saya tidak terpikirkan untuk memindlink Alpha Richard” mereka yang ada diruangan melongo mendengar ucapan Hugo yang kelewat polos. Kai menutup mulut Bryan yang terbuka. “Lalu apalagi yang kau dapat?” tanya Kai “Mereka datang berempat. Tiga Halfblood dan satu satyr. setelah tiga jam menunggu, mereka berempat keluar dari camp tetapi ada seorang pria dewasa mendekati mereka berempat. Pria itu mengatakan jika mereka tidak akan mendapat misi untuk beberapa minggu kedepan sehingga mereka bisa beristirahat memulihkan tenaga” “Lalu apa lagi?” “Salah satu gadis yang mirip Mate anda mengatakan ‘kau yakin kami tidak ada misi yang jauh lagi? Karena aku merasa kami sengaja di berikan banyak misi karena ada sesuatu yang kalian sembunyikan’ begitu Alpha” jelas Hugo. “Sepertinya Matemu tau Sean jika mereka sengaja di berikan banyak misi yang jauh karena suatu alasan” kata Kai “Wah Sean... Kau mendapat Mate yang cukup pintar dalam menangkap sesuatu” ujar Bryan heboh. Richard melempar bolpoin yang mengenai dahi Bryan hingga membuat lelaki itu meringis. Melihat pelototan sang Alpha, Bryan langsung menutup mulutnya. “Kau tau mereka pergi kemana?” tanya Sean “]Iya Alpha Sean. Mereka pergi kearah barat, menuju kerajaan Mermaid” “Mermaid? Untuk apa?” sekarang Richard yang bertanya. Sang Gamma menggeleng tidak tau. “Baiklah. Kau bisa pergi lanjutkan pengintaianmu” “Baik Alpha” Sang Gamma segera mengundurkan diri dan kembali mengintai di sekitar camp Halfblood. Mereka yang berada di ruangan di buat bingung ada apa mereka ke kerajaan Mermaid. Apa ada sesuatu hal yang penting atau apa pikir mereka. “Mereka tidak mungkin hanya mengunjungi guru mereka kan? Atau kembali berlatih menguasai kekuatan air mereka?” “Tapi Sean. Diarah barat juga terdapat kerajaan para Fairy” “Kau benar Richard” “Aku tidak mengerti dengan Mate kalian berdua” Bryan memajukan bibirnya sambi kepalanya bertempu pada meja “Hugo bilang mereka tidak ada misi. Bukannya mereka harusnya beristirahat dulu” Sean dan Richard saling menoleh mendengar perkataan Bryan. “Kau benar Bry, ada sesuatu yang sedang mereka cari” “Tapi apa?” semuanya menggelengkan kepala mendengar ucapan Sean. *** To Be Continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN