D&W 06

1713 Kata
"Apa kita harus menemui Raja Gio, Fio?” tanya Krystal “Ya.. Kita harus menemuinya” Fiona menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Krystal “Aku mendengar dari para arwah jika para penguasa Immortal baru saja mengadakan pertemuan dan pertemuan itu membahas tentang diriku” lanjut Fiona “Bagaimana mereka bisa tau tentang kita Fiona? Tidak ada yang tau mengenai kita kita kecuali Halfblood” tanya Felycia “Maka dari itu kita harus menemui Raja Gio. Aku yakin Raja Gio punya jawaban yang kita cari Cia” “Lalu kenapa aku harus ikut dengan kalian?” Aiden merasa dia tidak diperlukan disini “Karena kau satyr. Kami membutuhkan penciumanmu yang tajam. Bagaimana jika tiba-tiba ada monster dan kita tidak tahu” Felycia menjelaskan dengan wajah jenaka yang membuat Aiden jengkel. ‘Kenapa bisa aku berteman dengan mereka. Mereka anak para dewa yang sangat menjengkelkan. Mereka bertiga perpaduan yang sangat sempurna’ batin Aiden Mereka berempat kembali menyusuri hutan dengan hati-hati karena banyak monster, rogue, atau Vampir liar yang bisa membahayakan mereka. Sekitar satu kilo mereka akan memasuki teritori para Fairy dan mereka akan aman. “Hutan ini cukup lebat dan licin. Hati-hati dengan langkah kalian agar tidak terluka. Banyak tumbuhan beracun di sekitar kita. Jika kita tergores sedikit saja akan berbahaya” perintah Fiona “Bagaimana kau tau disini banyak tumbuhan beracun. Ini pertama kalinya kita pergi ke kerajaan Mermaid” Felycia dan Krystal menyetujui ucapan Aiden, merasa bingung bagaimana Fiona bisa tau. Karena selama ini Fiona dan Felycia tidak pernah pergi menemui Raja Gio. Karena Raja Gio yang akan menemui mereka. “Aku meminta bantuan para arwah untuk menelusuri jalan menuju Kerajaan Mermaid. Karena akan sangat merepotkan jika kita tidak tau medan apa yang kita tempuh. Selama menjalankan misi kita sudah di beri tahu bahaya dan ancamannya” jelas Fiona “Sang gadis ramalan memang berbeda. Bagaimana kau selalu bisa berpikir lebih cepat dari kami?” tanya Krystal “Kau sebenarnya belajar tidak sih dari misi yang kita jalankan?” bukannya menjawab Fiona malah berbalik bertanya “Kau menyebalkan. Kenapa kau sering sekali menjawab pertanyaan dengan pertanyaan?” dengus Krsytal “Karena pertanyaanmu itu tidak penting Krys” Felycia menjawab dengan senyum polosnya yang diangguki Fiona “Wah... Kalian berdua benar-benar menjengkelkan” Krystal speechless “Lalu kenapa kau mau berteman dengan kami yang menjengkelkan?” tanya Fiona “Karena dia juga menjengkelkan Fio” ejek Aiden “Hahaha... Kau benar” Setelah menjawab ucapan Aiden Krystal memberikan Death Glare. Aiden seketika menciut. Jalan didepan mereka terlihat sangat gelap. Krystal memegang lengan Felycia sambil melihat sekitar. Felycia yang sadar jika lengannya di genggam erat oleh Krystal tersenyum mengejek. Krystal yang melihatnya mulai melototkan mata yang mana malah membuat buat Felycia tergelak. “Berhati-hatilah kalian bertiga. Di depan sana banyak sekali vampir liar. Aku bahkan sudah mencium baunya dari sini. Sangat... busuk” Aiden merasa mual dengan bau yang dia cium. Baunya sangat busuk. Bau darah yang sudah lama maupun baru tercampur menjadi satu. Bahkan ada bau busuk dari bangkai. Krstal semakin mengeratkan pegangannya pada Felycia. “Ada apa denganmu Krys? Biasanya saat melawan musuh kau tidak pernah takut. Dan apa ini? Kau gemetar?” Krystal memukul lengan Felycia menyuruhnya diam. Fiona yang berada di depan terkekeh. Bagaimana bisa disaat seperti ini kembarannya masih bisa menggoda temannya. pada saat mereka memasuki hutan gelap itu tiba-tiba Fiona berjongkok sambil menutupi telinganya. Felycia, Krystal dan Aiden yang melihat itu segera menghampiri Fiona “Fio ada apa?” Felycia terlihat sangat khawatir “Sakit... Berisik...” Felycia yang tersadar segera membuka ranselnya mencari headphone yang bisa menyumbat telinga kembarannya “Ada apa dengan Fio, Cia?” tanya Aiden “Kalian lupa jika Fiona bisa melihat dan berinteraksi dengan orang mati. Kau bilang tadi disini ada vampir liar dan bau busuk, bukan?” Aiden hanya menganggukkan kepalanya “Itu berarti banyak orang yang mati disini dan pasti banyak arwah juga. Fio pasti mendengar suara para arwah itu. para arwah yang biasanya di bunuh akan meminta tolong dan suaranya akan sangat memekakkan telinga” jelas Felycia sambil memasang headphone di telinga Fiona “Bagaimana kau bisa tau?” Fiona yang mulai tenang menjawab “Karena Cia pernah ikut dengan ku mengunjungi Gerha Hades. Cia tidak mau menggunakan penutup telinga meski sudah ku suruh. Alhasil dia pingsan karena mendengar suara di dunia bawah” Felycia membenarkan ucapan Fiona. Pada saat itu dia begitu keras kepala tidak mau mendengar ucapan adik kembarnya hingga harus pingsan karena itu pertama kali dalam hidupnya mendengar suara yang bisa membuat telinganya sangat sakit. Felycia tidak bisa membayangkan menjadi Fiona yang bisa saja setiap saat mendengar suara seperti itu. “Kau pernah kedunia bawah?” tanya Krsytal “Ya.. Aku pernah. Disaat umur kami 12 tahun. Fiona harus bertemu dengan Hades hingga mengharuskannya datang ke tempatnya. Itu pertama kali untukku tapi ketiga kali untuk Fiona. Aku begitu terkejut melihat dunia bawah” “Kita lanjutkan pembicaraan itu nanti sebelum para Vampir itu tau keberadaan kita” Krystal yang ingin bertanya segera mengurungkan niatnya mendengar ucapan tegas Fiona “Aiden, bisa kau cium bau mereka? Agar kita bisa menghindari mereka” Aiden mulai menutup matanya berkonsentrasi mencium bau para Vampir itu. “Mereka ada di arah selatan sekitar 800 meter dari posisi kita sekarang. Mengingat mereka memiliki pendengaran yang tajam. Kita harus bergegas jika tidak ingin mereka sadar” mereka mulai berjalan kembali dengan arahan Fiona dan Aiden. Fiona sebagai penunjuk arah dan Aiden sebagai pendeteksi keberadaan para Vampir. Saat tempat para Fairy tinggal 100 meter lagi Felycia tersandung batu hingga membuatnya tersungkur. Lutut Felycia terluka hingga membuatnya berdarah. Para Vampir yang mencium bau darah itu segera berlari mendatangi mereka. Bau darah para Demigod terutama anak para tiga dewa besar sangat harum hingga membuat para vampir hilang akal. Maka dari itu kenapa hara Demigod harus selalu berhati-hati saat menjalankan misi “Cepat. Para vampir itu mendatangi kita” Mereka berempat mulai berlari. Bahkan Felycia seakan lupa akan lututnya yang berdarah. Saat gerbang Fairy didepan mata Felycia tertangkap oleh para vampir itu. mau tidak mau mereka harus bertarung untuk menyelamatkan Felycia. Mereka bertiga segera mengeluarkan pedang mereka dan bertarung dengan para vampir itu. mereka cukup kualahan karena para vampir terkenal dengan kecepatan mereka. “εσείς οι δύο απομακρύνετε την προσοχή των βαμπίρ από τη Φέλκια. αφού πήρα τη Felycia, οι δυο σας πήγαμε αμέσως πίσω και στάθηκα πίσω μου. Καταλαβαίνεις” Setelah mendengar perintah dari Fiona mereka segera menjauhkan para vampir itu dari Fiona. Fiona sengaja menggunakan bahasa Yunani agar para Vampir itu tidak tau apa yang dia ucapkan. Fiona mulai mendekati Vampir yang sedang menyandera kembarannya. Fiona mulai maju dan menyerang vampir itu dari samping hingga membuatnya melepaskan Felycia. Felycia yang terlepas segera berlari menjauh dengan kaki yang pincang. Vampir itu mencoba mendapatkan Felycia kembali. Fiona segera menghadang vampir itu dengan pedang yang berada tepat di leher vampir itu. Fiona tersenyum miring “Kau tidak bisa pergi kesana selama aku masih disini” Fiona segera mengayunkan pedangnya tapi segera di hindari oleh vampir itu. fiona mengayunkan pedangnya secara acak dengan tenang. Hingga akhirnya membuat vampir itu lengah. Tangan kanannya tetep mengayunkan pedang dan tangan kirinya memegang belati kecil yang terbuat dari perak yang sudah dilumuri racun. Vampir itu segera menghampiri Felycia saat Fiona membiarkannya lolos. Segera saja fiona melempar belati perak itu mengenai punggungnya. Seketika vampir itu ambruk tepat 10 langkah di depan Felycia. Felycia berjalan pelan mendekati tubuh Vampir itu dan mengambil belati yang ada di punggungnya. Fiona segera berlari mendekati kembarannya. “δύο βήματα πίσω” Setelah mendengar ucapan Fiona. Aiden dan Krystal segera mundur dan berjalan menuju belakang Fiona. Fiona mulai berkonsentrasi hingga sulur-sulur daun itu merambat dan mengunci pergerakan para vampir kelaparan itu. setelah itu Fiona jongkok dan meletakkan tangannya di tanah hingga tanah itu bergetar dan terbelah. Fiona kembali berdiri dan menggerakkan sulur daun masuk kedalam tanah hingga para vampir itu pun terseret masuk ke dalam dan tanah itu kembali menutup. Tanpa mereka sadari saat mereka bertarung tadi membuat kegaduhan yang di dengar oleh para Fairy yang tinggal di dekat sana. Hingga para Fairy itu mendekat dan menyaksikan pertarungan mereka. Para Fairy yang tidak tau jika Fiona sang gadis ramalan terkejut dibuatnya. Mereka bertanya-tanya dari Dewa manakah mereka lahir. Bagi bangsa Immortal sangat mudah membedakan Halfblood dan Immortal. Mereka memiliki aura dan bau yang berbeda dari bangsa Immortal. Bau dua gadis itu berbeda dari Halfblood lainnya. Karena itu mereka bertanya-tanya mereka anak Dewa yang mana. Saat mereka membalikkan badan. Mereka berempat dibuat kaget dengan para Fairy yang berkumpul di depan gerbang. Aiden menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Di saat seperti ini memang selalu Aiden yang maju dan menjelaskan. “Ehm.. Maaf. Apa kami tadi cukup mengganggu? Kami minta maaf jika kami cukup berisik tadi” ucap Aiden sambil membungkukkan badan “Ah.. Tidak sama sekali. Kalau boleh tau kenapa kalian sampai kemari?” tanya salah satu Fairy “Kami sedang perjalanan menuju Kerajaan Mermaid” jelas Fiona “Ah.. Begitu rupanya. Kalau boleh kami tau, kau anak dari Dewa siapa? Karena ini pertama kalinya kami melihat aura yang berbeda dari para Demigod” tanya salah stu fairy kepada felycia dan Fiona. Mendengar pertanyaan itu Fiona hanya tersenyum. Fiona kemudian melangkah mencari air setelah menemukannya Fiona menarik air itu hingga berkumpul di atas tangannya dan segera berjalan menuju Felycia. Fiona menaruh air itu di atas luka Felycia. Dalam hitungan detik luka itu hilang tidak berbekas. Para Fairy yang melihat hal itu langsung terkejut. Ternyata mereka sedang berhadapan dengan anak Dewa Poseidon. Mereka terkejut kembali saat sadar jika salah satu dari gadis yang berwajah sama itu pasti sang gadis ramalan. Beberapa hari yang lalu pemimpin para fairy mengumumkan jika Dewa Poseidon memiliki putri kembar dan salah satunya adalah sang gadis ramalan. Felycia berdiri dan segera menghampiri para fairy dan berkata, “Apa kami boleh lewat sini. Karena kami harus segera ke Kerajaan Mermaid ada suatu hal yang penting” mereka menganggukkan kepala dan memberikan jalan kepada mereka berempat. *** To Be Continued εσείς οι δύο απομακρύνετε την προσοχή των βαμπίρ από τη Φέλκια. αφού πήρα τη Felycia, οι δυο σας πήγαμε αμέσως πίσω και στάθηκα πίσω μου. Καταλαβαίνεις: kalian berdua alihkan perhatian para vampir itu menjauh dari Felycia. setelah aku mengambil Felycia kalian berdua segera mundur dan berdiri di belakangku. kalian mengerti δύο βήματα πίσω: kalian berdua mundur
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN