Save Me 7

1734 Kata
“Apa kau baik-baik saja?” Gadis itu mengajakku berbicara dengan memangku rubah merah muda itu. Aku mengangguk perlahan. Dia menyerahkan segelas air putih dan terus memerhatikanku saat aku meminum air yang ada di gelas tersebut. “Terimakasih.” Aku menyerahkan kembali gelas yang tadi diberikannya untukku. Gadis itu mengangguk dan menaruh gelas yang tadi diserahkannya kepadaku ke belakang dapur. Gadis itu duduk kembali di depanku, matanya seolah memiliki banyak pertanyaan yang ingin di sampaikannya. “Anu, siapa namamu?” Aku mencoba menanyakan namanya saat dia diam sambil memandangku. *** Jong Gu mengambil kunci motor dan mulai mengendarai sepeda motor yang biasa digunakannya untuk mengirimkan makana n. Jong Gu memakai helm dan kemudian berangkat menuju rumah yang tadi di perintahkan bosnya. “Permisi! Layanan antar chikin pok pok!” Jong Gu mengetuk pintu rumah yang tidak terlalu besar dan kecil yang ada di depannya itu. Jong Gu mencoba untuk mengetuk pintu itu sekali lagi. Saat ingin mengetuk pintu itu kembali suara pintu terbuka membuatnya mengurungkan diri untuk mengetuk pintunya kembali. Ceklek Suara pintu Jong Gu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Gadis yang ia cari seharian ternyata berada di dalam rumahnya. “Ka-kau! Ke-kenapa kau keluar dari sana?” Jong Gu bertanya dengan tergagap-gagap sambil menunjuk ke arah rumah dan Su Ran secara bergantian. Su Ran memutarkan bola matanya malas. Dia sudah berusaha sebisa mungkin untuk tidak bertemu dengan pria aneh ini, tapi ternyata dia yang mengundang sendiri pria ini kerumahnya. “Ini rumahku. Kemarikan pesananku!” Su Ran menyodorkan tangannya untuk meminta ayam pesanannya kepada Jong Gu. “Ya! Kau belum menjawab pertanyaanku. Bagaimana bisa kau ada disini?” Jong Gu tidak menghiraukan Su Ran yang meminta pesanannya. “Kau lihat aku keluar dari sini kan? Ya berarti ini adalah rumahku.” Su Ran menjawab dengan menyilangkan tangannya di depan tubuhnya. “Kau bahkan bisa makan ayam saat kau baru saja di ganggu oleh teman-temanmu tadi siang di sekolah. Apa kau benar-benar sehat?” Su Ran tertawa dengan pertanyaan yang Jong Gu berikan kepadanya. “Ya! Bisakah kau mengurusi urusanmu sendiri? Cepat berikan ayam itu padaku dan kemudian pergilah dari sini.” Su Ran membuka tangannya yang melipat tadi dan meminta ayamnya kembali dari tangan Jong Gu. Jong Gu memberikan kantong plastik yang dipegangnya kepada Su Ran. Setelah mendapatkan makanannya Su Ran bermaksud untuk masuk kedalam rumahnya. Tapi belum sempat masuk, pintu rumah Su Ran ditahan oleh Jong Gu. “Ada apa lagi sekarang?” Su Ran berkacak pinggang melihat ke arah Jong Gu. “Kau belum membayar ayamnya! Bayarlah dulu baru kau bisa masuk!” Mendengar perkataan Jong Gu membuat Su Ran merasa malu. Su Ran langsung mengeluarkan uang yang ada di dalam saku celananya dan menyerahkan kepada Jong Gu. Setelah itu dia langsung kembali masuk kedalam rumahnya tanpa mengucapkan apapun kepada Jong Gu. Jong Gu memukul-mukul udara yang ada di depannya setelah Su Ran masuk ke dalam rumahnya. Su Ran benar-benar gadis yang sangat menyebalkan bagi Jong Gu. Jika dia benar-benar gadis yang di maksud oleh rubah merah muda amethyst itu, Jong Gu tidak tau harus menjaganya bagaimana nantinya. Jong Gu mengibaskan rambutnya kebelakang dan kembali memakai helm yang dia sampirkan di kaca spion motornya. Jong Gu kembali ketempatnya bekerja dan mulai mengantarkan ayam ayam lainnya yang harus dia antarkan. Semakin malam, semakin banyak pesanan ayam yang harus Jong Gu antar. “Jong Gu-kun! Tolong antarkan ini semua ke alamat yang sudah kutulis di atas ya! Lalu setelah itu kau boleh pulang.” Jong Gu menerima beberapa kotak yan di serahkan oleh bosnya itu. Ada 8 kotak ayam lagi yang harus dia kirimkan. Melihat kotak -kotak itu membuat Jong Gu meringis. Kotak ini memang tidak terlalu banyak, tapi alamat yang tertulis disana hampir berjarak jauh semuanya. Jong Gu melangkahkan kakinya yang terasa cukup berat ke arah sepeda motor dan mulai berangkat mengantarkan semua kotak pesanan kepada pemesannya masing-masing. Setelah mengantarkan bungkusan ayam itu kepada pemesannya, Jong Gu akhirnya kembali ke tempat dia bekerja. Jam yang berada di dinding restoran sudah hampir menunjukkan jam 1 malam hari. Jong Gu langsung meletakkan semua seragamnya dan helm yang dipakainya itu ke dalam lemari yang sudah di siapkan disana. “Terimakasih atas kerja kerasnya.” Jong Gu berbicara sambil menundukkan sedikit badannya. Jong Gu keluar dari sana, dan betapa kagetnya Jong Gu melihat rubah merah muda amethyst disana sedang berjalan bolak balik di depannya. Jong Gu hampir saja terjatuh saat melihat rubah merah jambu amethyst yang melihatnya secara mendadak. Jong Gu mendengus dan meninggalkan dia disana sendirian. Jong Gu berjalan dengan tenang menuju kerumahnya. Tapi ternyata rubah merah jambu amethyst itu juga ikut berjalan di sampingnya. “Apa kau sudah menemukan Su Ran?” Dia berbicara sambil terus berjalan di samping Jong Gu. Jong Gu menggeleng lemas. Dan kemudian mendadak menghentikan langkah kakinya. “Tunggu dulu, apa di sekolahku itu ada orang lain yang bernama Su Ran juga?” Jong Gu bertanya kepada amethyst yang ikut berhenti di sebelah Jong Gu. Jong Gu terus memperhatikan amethyst yang hanya diam tanpa menjawab apapun. “Ya! Kenapa kau diam saja dan tidak menjawab pertanyaanku?” Jong Gu berkacak pinggang di hadapan amethyst. “Mana aku tahu, aku bukan guru di sekolahmu.” Jong Gu menghela napasnya dan menurunkan tangan yang ada di pinggangnya. “Bagaimanapun juga kau harus menemukan dan menjaga Su Ran untukku. Ingat itu!” Amethyst pergi dari sana dan menghilang di depan mata Jong Gu sebelum ada orang yang melihatnya berbicara dengan Jong Gu. Jong Gu yang merasa gemas denga amethyst yang tiba-tiba menghilang itu akhirnya hanya bisa meninju-ninju udara yang ada di depannya. Jong Gu akhirnya melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumahnya. Saat Jong Gu membuka pintu rumahnya, dia melihat ibunya yang sedang minum air di dapur. Jong Gu berjalan mendekat ke arah ibunya. “Aku pulang bu.” Ibu Jong Gu langsung berbalik ke arahnya saat mendengar suara Jong Gu. “Kenapa kau pulang larut sekali?” Ibu Jong Gu berbicara sambil melihat jam yang tergantung di dinding rumah mereka. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi. “Besok kau akan kesiangan ke sekolah kalau kau terus pulang larut begini. Cepat masuk ke kamar dan tidurlah.” Ibu Jong Gu mengambil tas yang dipakai Jong Gu dan mendorong anaknya untuk segera masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat. “Tapi bu, aku lapar.” Ibu Jong Gu terus mendorong anaknya masuk tanpa mendengarkan Jong Gu yang sedang kelaparan. Akhirnya Jong Gu memilih tidur dan melupakan rasa laparnya. *** Jong Gu terbangun saat melihat sesuatu benda terbang di atasnya. "Waaaaaaakkhh!" Suara teriakan Jong Gu terdengar sangat keras sampai-sampai membuat ibu mereka berdua menghampiri kamar Jong Gu. "Kenapa? Ada apa sampai kau berteriak begitu?" Ibu Jong Gu berdiri di depan pintu kamar JongGu. Jong Soo, sang pembuat onar pelaku utama yang membuat Jong Gu terbangun dari tidurnya itu berlari keluar dari sana menghindari amukan Jong Gu. "Jong Soo-ya! kemari kau!" Jong Gu berlari hendak mengejar Jong Soo. Tapi saat baru ingin mengejar adiknya itu, Jong Soo keluar dari rumah terlebih dahulu. "Kalian ini kapan akurnya?" Tanpa menghiraukan perkataan ibunya yang sedang menyusun makanan di meja makan, Jong Gu pergi keluar untuk mengejar Jong Soo. Saat membuka pintu rumahnya, Jong Gu tidak melihat siapapun yang berada di luar rumahnya itu. Jong Gu melihat ke arah langit yang masih terlihat gelap, dan akhirnya memutuskan untuk masuk kembali kedalam kamarnya untuk tidur. "Apa kau akan tidur lagi Jong Gu-ya?" Ibunya melihat Jong Gu yang memasuki kamarnya lagi. "Tidak bu, aku hanya ingin merebahkan tubuhku sebentar sebelum mandi." Jong Gu mulai merebahkan kembali badannya yang masih merasa lelah. Tapi lama kelamaan Jong Gu mulai tertidur kembali. Beberapa menit kemudian, Jong Gu merasakan ada seseorang yang sedang mengoyang-goyangkan badannya. "Kak! Bangun sekarang atau kau akan tertinggal bus ke sekolah!" Jong Soo mencoba membangunkan kakaknya yang masih tertidur padahal jam yang sudah hampir menunjukkan pukul tujuh pagi. "Unngh, biarkan aku tidur sebentar lagi, aku sangat lelah sekarang." Jong Gu berbicara sambil mengganti posisi tidurnya. "Ibu!! Kakak katanya tidak mau berangkat ke sekolah bu!!" Jong Soo berteriak memanggil ibunya yang sedang makan diluar. Mendengar teriakan adiknya yang memanggil ibunya, Jong Gu akhirnya langsung bangkit dari tempat tidurnya dan menarik tangan Jong Soo. "Ck, tukang adu berisik sekali!" Jong Gu menutup mulut Jong Soo dengan tangannya. Jong Soo mencoba melawan Jong Gu yang membekapnya, tapi tiba-tiba ibu mereka datang dan menghampiri Jong Gu dan Jong Soo. "Berhenti bermain-main dan cepat pakai baju seragam kalian!" Jong Gu dan Jong Soo langsung terdiam saat ibu mereka masuk dan berbicara keada mereka. Jong Gu masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian. Begitupun juga Jong Soo yang masuk ke kamarnya. Jong Gu keluar terlebih dahulu dari dalam kamarnya dan duduk di meja makan bersama ibunya. Jong Soo kemudian menyusull ibu dan kakaknya yang sudah makan saraan terlebih dahulu. "Kak, apa kau mau ikut bersamaku nanti malam?" Jong Soo berbicara ke arah Jong Gu yang sedang asyik memakan masakan ibunya. "Mau kemana kalian?" Kali ini ibu mereka yang menjawabnya. "Aku ingin mengajak kakak bermain bersama di warnet bu." Jong Soo berbicara kearah ibunya, dan setelah itu kembali melihat ke arah Jong Gu. Melihatnya dengan tatapan yang bertanya bagaimana dengan pendapat Jong Gu. "Tidak bisa, aku harus bekerja nanti malam." Jong Gu menghabiskan makanan yang ada di atas piringnya dan keluar terlebih dahulu dari rumah. "Aku berangkat bu." Katanya saat hendak berangkat ke sekolahnya. Jong Gu membuka pintu rumahnya dan berbapasan dengan Su Ran. "Oh? Kau kenapa ada disini?" Jong Gu menghampiri Su Ran yang berdiri di depan rumahnya. "Tidak ada, aku hanya tidak sengaja lewat disini." Jong Gu melihat Su Ran yang memakai seragam sekolahnya dan sudah menggendong tas di punggungnya. "Tidak, bukankah rumahmu jauh dari sini?" Jong Gu merasa heran dengan keberadaan Su Ran yang berada di sekitar rumahnya saat ini. "Sudah kubilang, aku tidak sengaja berada disini." Su Ran berjalan menuju ke arah sekolahnya saat Jong Gu masih berdiam melihat bingung ke arahnya. "Tunggu! Ya! Su Ran-a tunggu aku!" Jong Gu berlari kecil mengikuti Su Ran yang berjalan di depannya. Mereka berdua akhirnya berangkat ke sekolah bersama. Ditengah perjalanan menuju sekolah Jong Gu dan Su Ran bertemu dengan Ji Sin yang sudah menunggu Jong Gu ditempat biasa dia menunggunya. Melihat Jong Gu dan Su Ran berangkat bersama, membuat Ji Sin menjadi terheran-heran. Su Ran berjalan melewati Ji Sin yang menunjuk ke arahnya dan Jong Gu. Jong Gu yang berjalan di belakang Su Ran hanya mengedipkan matanya dan menarik Ji Sin untuk berangkat bersama mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN