Save Me 8

1648 Kata
Gadis yang berada di hadapanku saat ini terdiam sambil tangannya terus mengelus rubah yang ada di pangkuannya. “Jadi siapa namamu?” Aku menunggu jawaban darinya. Dia melihat ke arahku, lalu berpindah lagi melihat rubahnya. “Kenapa kau begitu ingin mengetahui namanya?” Aku mendengar seseorang berbicara. Bukan, bukan gadis itu yang berbicara. Aku melihat ke bawah gadis itu, melihat rubah yang ada di pelukannya. Rubah itu turun dari pangkuannya dan mendekat ke arahku. “Lihat kesini, itu aku yang berbicara.” Aku tak bisa tidak kaget saat mendengar rubah itu berbicara kepadaku. ** Ji Sin menyenggol tangan Jong Gu yang berjalan di sampingnya, Jong Gu melihat ke arah Ji Sin dengan wajah yang sedikit kebingungan. “Kenapa?” Jong Gu bertanya dengan berbisik. “Ya! Kenapa dia bisa bersamamu?” Ji Sin mengikuti Jong Gu yang berbicara sepelan mungkin agar Su Ran yang berada di depan mereka saat ini tidak bisa mendengarnya. Jong Gu mengedikkan bahunya, memberitahu kepada Ji Sin bahwa dia sendiripun tidak tahu kenapa. Tiba-tiba Su Ran yang berada di depan mereka itu berhenti. Langkah kakinya terhenti saat melihat segerombolan anak perempuan yang berada di depannya saat ini. Jong Gu dan Ji Sin yang berada di belakangnyapun akhirnya ikut berhenti di belakang Su Ran. Anak-anak perempuan itu menyadari keberadaan Su Ran saat ini, Mereka menujuk Su Ran dengan telunjuk mereka. “Ya! Itu dia Su Ran ada disana!” Jong Gu bingun saat melihat Su Ran yang malah berjalan mundur dan mencoba langsung berlari dari sana. Jong Gu dan Ji Sin yang berada di sana, semuanya mendadak terdiam di tempatnya. Mereka berdua saling berpandangan satu sama lain melihat Su Ran yang berlari sangat cepat. “Ya! Kim Su Ran! Berhenti kau jangan kabur!” Salah seorang dari gadis itu berteriak ke arah Su Ran sambil berlari-lari mengejar Su Ran. Melihat orang yang mengejar Su Ran semakin banyak, akhirnya Jong Gu dan Ji Sin ikut berlari mengejar Su Ran. Saat Jong Gu dan Ji Sin sampai di taman, mereka tidak melihat siapapun yang ada disana. Ji Sin dan Jong Gu terlihat mengatur napas mereka sambil melihat ke berbagai arah. “Kenapa gadis-gadis itu sangat cepat berlari?” Ji Sin bertanya kepada Jong Gu dengan napasnya yang terengah-engah. Jong Gu menggeleng dan mendudukkan dirinya ke kursi panjang yang ada di taman itu. “Bukankah aku sudah bilang kepadamu untuk tidak mengacau lagi hah!” Ji Sin mendengar suara orang yang berteriak di sekitar taman. “Jong Gu, apa kau dengar itu?” Jong Gu yang diberi tahu hal itu oleh Ji Sin pun akhirnya terdiam dan mengikuti Ji Sin yang mulai berjalan mendekati arah sumber suara. “Kenapa kau malah datang dengan mereka dan bukannya sendirian saja!” Ji Sin menemukan keberadaan Su Ran dan gadis yang tadi mengejarnya. “Jong Gu-ya! Kemari! Cepat!” Ji Sin memanggil Jong Gu yang berada di belakangnya saat melihat gadis-gadis itu mengerubungi Su Ran. Jong Gu melihat ke arah yang tadi di tunjukkan oleh Ji Sin. Dia tidak bisa melihat Su Ran dari sini, dia hanya melihat orang-orang itu saling mengerubungi Su Ran. “Ada apa dengan mereka itu?” Jong Gu dan Ji Sin masih memperhatikan para gadis itu dari kejauhan. Tapi saat melihat gadis yang tadi mengejar Su Ran seperti menginjak-injak sesuatu, melihat itu membuat Jong Gu tiba-tiba menjadi khawatir dengan keadaan Su Ran. Jong Gu dengan reflek berlari ke gadis-gadis itu. Ji Sin melihat Jong Gu yang mendekat ke arah Su Ran akhirnya mengambil ponselnya dan menghubungi polisi agar ada yang bisa menghentikan mereka untuk menyakiti Su Ran. “BERHENTI!” Jong Gu berteriak di depan para gadis itu dan membelah gerombolan gadis itu sampai mereka menjauh dari Su Ran. Jong Gu melihat Su Ran yang benar-benar kacau. Bajunya sudah penuh dengan bekas injakan kaki gadis-gadis itu. “Wah ada pahlawan kesiangan ternyata.” Salah satu dari mereka berbicara kepada Jong Gu dengan nada mengejek dan sambil tertawa. Jong Gu mengepalkan tangannya dan terdiam, mencoba untuk meredakan perasaan marahnya. Saat melihat seragam gadis-gadis itu Jong Gu membulatkan matanya. “Bukankah kita di sekolah yang sama?” Jong Gu yang tadi terdiam kemudian berbicara setelah melihat seragam yang saat ini dipakai oleh gadis-gadis tadi sama seperti miliknya. “Tidak usah mengalihkan pembicaraan! Pergi kau dari sini jika kau masih ingin selamat!” kata seorang gadis lain yang berbicara kepadanya. Jong Gu tertawa mendengar gadis itu berbicara. Keberanian gadis itu terhadap Jong Gu sangat besar, berbanding terbalik dengan badannya yang kecil dan mungil. “Kau mau menghabisiku dengan apa hah?” Jong Gu berjalan maju ke arah gadis itu. Gadis itu ikut memajukan badannya ke arah Jong Gu, seolah benar-benar akan melawannya. Su Ran yang berada di belakang Jong Gu mencoba bangun dari posisinya saat ini, badannya sangat sakit dan tulang-tulangnya terasa sangat nyeri. Beberapa menit kemudian Jong Gu mendengar suara sirine mobil kepolisian yang datang ke arah mereka. Gadis-gadis yang tadi mengerubungi Su Ran pergi saat mereka mendengar suara sirine polisi itu. Jong Gu memeriksa kearah belakangnya dimana Su Ran berada. Su Ran sudah tidak berada disana saat Jong Gu melihat ke belakang. Ji Sin menghampiri Jong Gu dengan napas terengah-engah. “Mana polisinya?” Jong Gu bertanya kepada Ji Sin yang sedang menunduk mengatur napasnya. “Nggak ada!” Ji Sin berbicara dengan terengah-engah. Jong Gu menatap Ji Sin dengan kebingungan. “Kau bodoh atau bagaimana? Itu tadi hanya suara dari ponselku.” Jong Gu membuka mulutnya kaget. Bisa-bisanya Ji Sin terpikirkan untuk melakukan itu. “Mana Su Ran?” Ji Sin melihat ke arah sekelilingnya. Benar-benar hanya ada Jong Gu saja disana. Jong Gu menaikkan kedua bahunya menjawab pertanyaan Ji Sin. “Yasudah, lebih baik kita berangkat sekarang atau kita akan benar-benar terlambat hari ini.” Ji Sin mengajak Jong Gu untuk berangkat ke sekolah. Jong Gu dan Ji Sin akhirnya pergi ke sekolah menggunakan bus yang melewati taman dimana Jong Gu dan Ji Sin saat ini berada. Jong Gu terlihat sangat kelelahan setelah mengejar Su Ran. Akhirnya mereka berdua sampai di sekolahnya dan langsung masuk ke dalam kelas mereka. Beruntunglah mereka saat masuk ternyata guru di pelajaran keduanya belum masuk. Jadi mereka tidak usah menunggu di luar untuk jam selanjutnya. “Ya Jong Gu-ya. Apa kau akan mencarinya lagi setelah selesai sekolah?” Jong Gu mengangguk untuk menjawab pertanyaan Ji Sin. “Kau mau mencarinya kemana?” Ji Sin bertanya kepada Jong Gu lagi. Ji Sin merasa aneh dengan Jong Gu yang terus mengikuti Su Ran kemanapun dia pergi. Dan kali ini, kemana lagi Jong Gu akan mencari Su Ran? Pikir Ji Sin. “Entah, aku akan mencarinya kemanapun.” Jong Gu menjawab Ji Sin. Ji Sin mengangguk-anggukkan kepalanya. Belum selesai rasa pernasarannya, Ji Sin kembali bertanya kepada Jong Gu. “Jong Gu-ya. Kenapa kau begitu tertarik untuk terus di dekat Su Ran? Apa kau menyukainya?” Jong Gu tersedak salivanya sendiri saat Ji Sin bertanya kepadanya. “Ya! Kenapa kau berfikir seperti itu? Ada yang harus aku lakukan kepadanya. Dan aku tidak bisa mengatakan itu kepadamu.” Jong Gu mencoba setenang mungkin menjelaskan kepada Ji Sin. Ini yand Jong Gu takutkan sebenarnya saat dia ingin mencari atau mendekati Su Ran untuk menjaganya. Karena Jong Gu tidak pernah dekat dengan orang lain selain Ji Sin, Jong Gu memperhatikan wajah Ji Sin yang terlihat tidak percaya kepada apa yang dikatakan olehnya. Untunglah sebelum Ji Sin bertanya lebih lagi kepada Jong Gu, seorang guru masuk kedalam kelas mereka. *** Waktu terasa begitu cepat berlalu hari ini. Jong Gu tertidur sangat lelap di mejanya sampai jam terakhir pelajaran. "Jong Gu, bangun. Apa kau tidak ingin pulang?" Ji Sin berbicara sambil menyenggol tangan Jong Gu yang ada di atas meja. Jong Gu merasa kaget saat tangan yang menyandar di meja jatuh karena ada yang mendorongnya. Suara tawa Ji Sin menggelegar saat melihat Jong Gu yang bangun dengan bekas air mengering yang ada di pipinya. "Lagi pula kenapa kau bisa tidur sangat nyenyak sampai begitu?' Ji Sin menghentikan tawanya saat melihat Jong Gu yang terlihat marah kepadanya. Tanpa berbicara apapun, Jong Gu pergi keluar dari kelas meninggalkan Ji Sin. "Jong Gu! Jeon Jong Gu!" Ji Sin memanggil Jong Gu yang sudah pergi dari kelas. Ji Sin akhirnya menemukan Jong Gu yang berjalan keluar dari sekolahnya. Jong Gu hendak pergi kerumah Su Ran, untuk memastikan apakah dia pulang kerumahnya atau pergi ketempat yang lain. "Kenapa kamu mengikutiku?" Jong Gu merasa heran terhadap Ji Sin yang mengikutinya sampai di rumah Su Ran. Saat sampai di depan rumah Su Ran, Jong Gu memeriksa sekitar rumah Su Ran. Rumahnya terlihat sedikit sepi dari pada biasanya. "Ini rumah siapa?" Ji Sin bertanya kepada Jong Gu sambil terus memperhatikan sekitar rumah. Jong Gu tidak menjawab pertanyaan Ji Sin. Jong Gu mencoba untuk mengetuk pintu rumah Su Ran. Sayangnya tidak ada jawaban apapun. "Jong Gu-ya! jangan macam-macam! Ini rumah orang." Ji Sin menarik tangan Jong Gu saat dirinya akan mengetuk kembali pintu rumah Su Ran. Saat akan mengetuk pintu rumah itu lagi. Jong Gu mendengar suara seseorang yang saat ini dicarinya. "Sedang apa kalian disini?" Su Ran berbicara dengan wajah datarnya ke arah Jong Gu dan Ji Sin. Ji Sin membuka mulutnya kaget saat mengetahui rumah yang di datanginya saat ini adalah rumah Su Ran. "Dari mana saja kau? Kenapa kau langsung menghilang tadi?" Jong Gu berbicara dengan nada yang cukup tinggi. "Siapa kamu? Kenapa kamu berbicara seperti itu kepadaku?" Su Ran menatap Jong Gu tajam. "Pergi. Aku ingin istirahat." Jong Gu menahan Su Ran saat dia hendak masuk kedalam rumahnya. Jong Gu melihat keadaan Su Ran. Bajunya masih penuh dengan bekas injakan orang-orang tadi pagi. "Apa kau baik-baik saja?" Jong Gu melihat wajah Su Ran yang ada sedikit memar disana. Su Ran berbalik dan menutupi lukanya dengan rambutnya yang terurai. "Pergi." Jong Gu menghela napasnya panjang sekali lagi saat Su Ran mengusirnya dan Ji Sin. Ji Sin langsung menarik tangan Jong Gu dan mengajaknya untuk pulang. Akhirnya dengan penuh keterpaksaan Jong Gu pulang ke rumahnya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN