Setibanya di cafe aku mencari sosok Luna, beberapa meja masih terlihat kosong, aku mengamati beberapa sudut cafe tapi tak kunjung kutemukan sosok yang aku cari sampai seorang pelayan datang menghampiriku. “Selamat siang kak, ada yang bisa dibantu?” “Meja atas nama Luna.” Mendengar ucapanku pelayan itu langsung mengantar aku ke meja yang sudah dipesan Luna. “Silahkan kak, ini mejanya.” “Terima kasih.” Ternyata aku datang lebih dulu, pantas saja aku tidak menemukan Luna. Pelayan tadi datang lagi sambil membawa buku menu. “Saya pesan setelah teman saya datang ya mba.” “Baik kak.” Dari kejauhan samar-samar aku melihat Luna jalan mendekat, dia tersenyum sambil melambaikan tangan padaku. Aku balas melambaikan tangan padanya. “Hai Fel” Luna menyapaku dan bergegas duduk di kursinya. “Ha

