Terlihat amarah di mata Andre, harga dirinya terluka bagaimana Ferdi dengan mudahnya menyatakan perasaannya padaku di depan Andre, seolah Ferdi tidak menganggap Andre sebagai suamiku. “Cepat anda pergi dari rumah saya, atau saya akan menambahkan laporan saya ke polisi atas tindakan anda sekarang.” Andre mengancam Ferdi agar segera pergi. Aku masih diam berdiri di belakang Andre, tangan Andre masih menggenggam erat tanganku seolah tidak rela melepaskanku. Ancaman Andre ternyata tidak membuat Ferdi takut, dia masih berusaha mendekatiku sampai akhirnya Andre tidak dapat menahan kemarahannya sekali lagi kepalan tangannya mendarat di wajah Andre. Aku berusaha melerai mereka tapi tenaga mereka tidak mampu aku lawan, mereka berdua masih terus saling menghantam, aku yang mencoba berdiri di dep

