bc

BACOT MERTUA

book_age16+
151
IKUTI
1K
BACA
stepfather
bxg
childhood crush
like
intro-logo
Uraian

Nita yang baru saja menikah kaget dengan bacotan demi bacotan mertua yang menusuk hati. Apa yang dia lakukan selalu salah dimata mertua. Semua dikomentari , dia dituntut untuk menuruti semua keinginan mertua. Mertua juga suka mengadu domba antara Nita dan Harlan.Akankah Nita mampu bertahan dengan bacotan mertua?

chap-preview
Pratinjau gratis
BAB 1 HARI PERTAMA TINGGAL BERSAMA MERTUA
Hari ini adalah hari pertama aku di boyong oleh suamiku bernama Harlan ke rumah mertua. Karena pindahan malam hari dan esok paginya adalah hari libur kerja dan rasa badanku lelah karena pindahan. Aku tidur pulas sampai bangun agak siang. Tok ... Tok ... Terdengar suara ketokan di pintu kamar pengantin kami dengan kencang. Suara ketukan pintu yang kencang itu membuatku kaget. Aku yang kelelahan sehabis pindahan semalam menurutku wajar saja aku bangun siang. Berharap bisa istirahat dengan tenang agar besok kembali fresh saat bekerja tapi apalah daya ini bukan rumah oranh tuaku melainkan rumah mertua. Akhirnya aku bangun dari tempat tidurku dan membuka pintu kamar. "Sudah jam berapa ini kalian belum bangun, walau pengantin baru tidak ada alasan untuk malas-malasan, nanti rejeki dipatok ayam," ucap mertuku saat aku sudah membuka pintu kamar melihat siapa yang gaduh mengetuk pintu kamar tanpa henti. "Maaf ma, ini baru jam tujuh pagi dan menurutku ini masih wajar. Semalam 'kan kami pindahan sampai larut, belum lagi merapikan barang," Jawabku dengan tenang. Namun aku mendapatkan reaksi balik dari mertua yang mengejutkan. "Kamu berani membantah ucapanku hah? istri macam apa jam segini baru bangun, nasi belum mateng, sayur belum masak, nanti kalau anakku kelaparan bagaimana?" Hardik mertuaku. Aku sungguh kaget ketika baru pertama pindah ke rumah mertuaku. Aku berpikir mungkin karena belum terbiasa tinggal dengan mertua makanya aku kaget dengan suara mertuaku yang nada tinggi dan aku anggap menyakitkan hati. "Pertama saya baru saja sibuk pindahan semalam sampai larut juga merapikan barang, kedua ini hari libur kerja, menurutku ini masih wajar kok ma karena tubuhku capek jadi bangun agak siang," jawabku. "Jadi istri itu jangan manja. Apapun keadaannya harus bisa bangun pagi. Nanti anakku kelaparan dong, punya istri bangunnya saja sudah siang, malu sama ayam yang sudah berkokok pagi buta nyari makan. Masa seorang istri bangun bareng dengan bedug dhuzur," balas Mertuaku yang nyerocos saja. Ya ampun mimpi apa aku punya mertua modelan seperti ini. Semoga segera sadar baru hari pertama saja sudah tak mengenakkan hati seperti ini bagaimana nanti kedepannya aku menjalani hari-hariku tinggal bersama mertua yang gemar bacot seperti ini. "Maaf ya ma, saya masih capek butuh istirahat agar besok kerja badan saya kembali fresh," ucapku. "Halah gitu aja sudah ngeluh capek, dulu waktu mama muda nggak gampang capek kaya kamu, masih muda kok gampang ngeluh capek," balas mertuaku. Aku geregetan sebenarnya dengan bacotan mertuaku. Lebih baik menjaga kewarasan dengan kembali ke dalam kamar. Tanpa basa basi lagi aku langsung menutup pintu kamar. Rasanya ingin berteriak kencang dan membalas bacotan mertua tapi apa dayaku seorang menantu yang tidak bisa disamakan kedudukannya dengan anak kandung. Begini amat rasanya tinggal pertama kali bersama mertua. Semasa gadis aku selalu dimanja orang tuaku, bangun siang tak ada yang mengomel seperti ini. Sepertinya suamiku Harlan sudah mendapatkan aduan dari mama mertuaku tentang kejadian pagi tadi. "Mama sudah tua lebih baik mengalah saja kita sebagai yang muda, jangan di bantah" tegur Harlan. "Kita baru pindahan semalam sampai larut loh, belum lagi aku harus merapikan barang dan susah tidur di tempat baru, wajar saja aku bangun siang, kenapa harus menegurku dengan k********r?" keluhku kepada suami. Suamiku membela mamanya katanya maksud mamanya baik. Walaupun tidak suka lebih baik tetap menghormati orang tua dan tak perlu membantahnya. Bagaimanapun itu adalah orang tua Harlan saat ini aku sudah menjadi bagian dari keluarganya dan harus turut menghormati ibunya. "Nita sabarlah, maksud mama baik kok. Kata mama tadi agar kamu terbiasa bangun pagi dan segera memasak untuk suami dan anak kita nanti, boros 'kan kalau harus beli setiap hari," ucap Harlan. "Ya enggak Begitu juga kali caranya, masa gedor pintu kenceng banget. Bahasa juga kasar banget. Apa tidak bisa menggunakan bahasa yang baik dan sikap yang sopan," jawabku. Aku menegaskan pada Harlan kalau aku juga bisa sopan kepada orang yang sopan dahulu padaku. Seseorang kalau minta dihormati dan dihargai seharusnya juga akan melakukan hal tersebut kepada lawan bicaranya bukan. "Aku mengerti Nita, aku harap kamu bisa mengontrol emosimu jika berbicara pada mamaku ya," pinta Harlan sambil mengusap rambutku. "Itu tergantung bagaimana mamamu bersikap padaku," balasku sambil melengos dan bibir yang manyun karena kesal. Hari ini sudah berlalu dengan damai karena ada Harlan di rumah mertuaku tidak menunjukkan bacotan kasarnya padaku. Aku lega dengan hal ini. Keesokan harinya saat aku pulang kerja dengan menenteng barang belanjaan kebutuhanku sendiri langsung deh kena semprot mama mertua. "Pulang kerja bukannya langsung pulang malah shoping kaya orang banyak duit, pemborosan jangan-jangan itu uang anakku lagi kamu habiskan untuk keperluanmu sendiri," tuduh mertuaku yang sedang duduk di kursi sambil nonton televisi. "Mohon maaf ya, ini kebutuhan bulanan untuk kami berdua karena sudah berumah tangga. Lagian hari ini aku gajian bukan semata uang dari anak lelaki mama. Apa mama tidak lihat kalau aku juga kerja nggak habis uang Harlan tidak kok," bantahku karena kesal. Harlan menjelaskan semuanya karena memang benar adanya hari ini aku gajian dan membeli kebutuhan bulanan untuk rumah tangga kami. Agar aku tidak dituduh menumpang saja di rumah mertua. "Jangan belanja yang tidak perlu hidup seadanya saja. Hemat jangan foya-foya kumpulin uang agar cepat beli rumah," ucap mertuaku. "Kami juga tahu kok ma apa yang terbaik buat kami berdua," balasku. Mama mertuaku mengatakan harus bisa mencontoh dirinya yang gemar menabung dan hemat. Makan harus seadanya tidak perlu makan enak yang penting bergizi dan kenyang di perut. "Uang hasil kerja kalian harus di tabung dengan benar. Contoh mama bisa membelikan barang seserahan untukmu dengan harga mahal. Memangnya seserahan yang Harlan berikan harganya murah, mahal semua. Itu hasil menabung mama," ucap mertuaku sembari membanggakan diri. "Memangnya harga semahal apa sih. Kalau sudah ngasih ngapain di omong-omong lagi sih," balasku dengan ketus. Aku sengaja menjawab dengan nada emosi karena lelah bekerja. Niat pulang ingin langsung istirahat juga santai. Sampai rumah malah bertemu dengan mertua yang suka ngebacot. Entah kenapa mertuaku langsung menangis di depan suamiku. Mertuaku meminkan drama mertua yang tertindas beliau berkata punya mantu kasar mulutnya nggak menghormati orang tua. "Aku sudah membesarkan anak dengan susah payah sampai sekolah tinggi, sampai mendapatkan pekerjaan yang bagus. Tapi punya mantu nggak sayang padaku," ucap mertuaku. "Mama, Nita sayang kok sama mama, mungkin dia sedang capek saja pulang kerja. Jadi emosi saat disinggung soal seserahan," hibur Harlan sambil menepuk bahu mertuaku. Hari demi hari tinggal bersama mertua semakin membuatku tidak betah saja. semakin hari ada saja tingkah laku mertua yang membuatku kesal. Bacotannya membuat hatiku sakit. Aku membujuk Harlan untuk pisah rumah untuk mengontrak saja. Bukan untuk menjauhi mamanya atau keluarganya tapi untuk hidup mandiri. "Harlan suamiku, bagaimana kalau kita tinggal pisah dari mama. Kalau kita mengontrak saja bagaimana?" tanyaku karena sudah tidak betah tinggal serumah bersama mertua. Aku juga butuh privasi tidak selalu diawasi juga mendengar bacotan mertua yang menyakitiku. ~Bersambung~

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook