"Lihat anak kita Harlan," ucapku sambil menunjukkan tubuh Angela. "Ya ampun ini ruam lagi bu?" tanya Harlan lagi. "Iya ini ruam lagi padahal sudah sembuh kemarin," ucapku sambil terisak. "Sudah Nita. Sabar ya sebentar lagi kan kamu berhenti kerja, jadi sepertinya akan aman bersamamu sendiri," balas Harlan memelukku. Aku tak bisa menyalahkan siapapun karena ini juga menjadi kesalahanku karena harus meninggalkan anakku kerja. Sekarang aku merasa bersalah atas kelalaian yang aku perbuat. Aku terlalu egois karena memilih untuk bekerja daripada merawat anakku sendiri. Aku banyak melawatkan kenangan indah yang harusnya aku ketahui untuk pertama kali. Saat Angela pertama kali bisa tengkurap, menindak mungkin. Bukan aku yang pertama kali lihat tapi pengasuh. Sekali lagi aku menangis memeluk

