Aku mengangkat telepon yang tak lain panggilan dari Harlan. Mungkin dia khawatir kalau Angela menangis atau rewel. "Ada apa ayah. Kami sedang jalan-jalan loh. Lihatlah Angela sangat senang ibu ajak bermain," ucapku. "Angela rewel tidak bu?" tanya Harlan. "Tidak kok malah terlihat gembira bersama ibu, jangan khawatir aku ibunya pasti bisa menenangkannya saat rewel," jawabku. "Bagus kalau begitu sepertinya ayah hanya khawatir saja," ucap Harlan. "Pulang jangan malam-malam ya bu. Saat ayah sampai rumah harus ada di rumah," imbuh Harlan. Ku jawab pasti sebelum ayah pulang kami sudah di rumah duluan. Tidak perlu khawatir. Sepertinya Angela sudah memberikan sinyal lelah bermain. Ia mulai rewel antara mengantuk atau lapar. Aku menggendong Angela lalu mampir rumah makan terdekat. Ku lihat ja

