Angga pulang dengan perasaan hancur, hatinya sakit. Hubungannya dengan Lusi selama 8 tahun kandas begitu saja. Ketika dia sedang berjuang untuk menikahi Lusi, cinta pertamanya. Angga berpikir akan membina rumah tangga bersama lalu memiliki anak-anak dan bahagia sampai tua. Tetapi yang didapatnya sekarang lagi-lagi pengkhianatan dari wanita yang dia cintai sepenuh hatinya. Ibu Angga yang untuk pertama kalinya melihat Angga menangis saat pulang, perasaannya pun ikut sedih. Dia ingin sekali bertanya apa yang terjadi dengan Angga namun dia menahan diri. Dia ingin Angga yang menceritakan sendiri apa yang terjadi karena ibu Angga tahu sifat Angga, selalu kuat dan tegar. Sementara itu, di rumah Lusi. Wira meyakinkan kembali pilihan Lusi. "Lus, saya akan membahagiakanmu. Kamu tidak akan menyesa

