Setelah memikirkan matang-matang, Kiara akhirnya memberanikan diri untuk membagi keluh-kesahnya dengan Mayang. Agar lebih leluasa, Keesokan harinya Kiara menunggu Enggar berangkat kerja baru beraksi. Selisih waktu antara Enggar berangkat dan Nirma pulang hampir satu jam. Kiara tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Segera ia mengusap layar ponsel, menelpon Mayang. "Ada apa, Kia?" tanya Mayang langsung saat Kiara menelpon sambil menangis. "Kamu kenapa? Kamu berantem sama Enggar, ya? Enggar nyakitin kamu, ya?" Mayang mulai panik mendengar Kiara tak kunjung menyudahi isakannya. Lama tak ada pembicaraan. Dari seberang sana, Mayang berusaha sabar menunggu penjelasan dari sahabat baiknya. "Ceritakan! Aku akan bantu semampuku jika diperlukan," ucap Mayang begitu Kiara mulai tenang. Kiara

