Malam Kedua Kita

1183 Kata

"Kia, jangan takut. Aku enggak akan menyakiti kamu lagi. Aku akan menunggu sampai kamu siap." Enggar mengusap air mata Kiara sekali lagi. "Gar, kenapa kamu enggaj mau menceraikan aku?" tanya Kiara lirih setelah sedikit tenang. "Sstttt!" Enggar menyilang telunjuknya di bibir. Ia mengajak Kiara berbaring dengan sempurna. Posisi keduanya saling berhadapan. "Bukankah kita baru mau mulai, kenapa malah membahas soal cerai lagi?" Enggar menatap Kiara lekat. Kiara langsung membalikkan badan, menghindari tatapan Enggar. Sungguh ia tak sanggup berhadapan dengan suaminya berlama-lama. Semakin lama enggar menatapnya, semakin lembut Enggar memperlakukannya, semakin besar pula rasa takutnya. Ada ketakutan yang lebih besar daripada ancaman peneror tadi di dalam hati Kiara. Ya! Kiara mulai merasa d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN