Kiara harus kerja keras di waktu bersamaan. Menenangkan dirinya sekaligus menyembunyikan masalahnya. Sebisa mungkin Kiara bersikap biasa saja di depan mereka. Kedua orang tuanya turun dari mobil dengan raut lelah. "Mama!" Kiara langsung berlari dan memeluk ibunya yang baru keluar dari mobil. Bu Lilis sempat tertegun karena tidak biasanya Kiara bersikap begitu. Farel dan Pak Johan pun saling pandang, lalu kembali bekerjasama menurunkan barang bawaan dari mobil Farel. "Ada apa, Kiara? Kamu kenapa?" Bu Lilis mengurai pelukan sambil menatap Kiara yang memeluknya begitu erat sampai menitikkan air mata. Kiara berusaha tersenyum sambil mengusap air mata. "Enggak apa-apa, Ma. Aku ... aku cuma mendadak ingat Mbah Dok. Aku juga kangen banget sama Mama." Kiara tidak berbohong. Ini kali pertama Ki

