"Maaf! Kemaren aku enggak bisa hadir pas resepsi pernikahanmu dan Enggar. Sebenarnya aku dikabarin. Tapi aku enggak bisa libur kerja. Biasalah, single parent. Harus kerja keras buat menghidupi anaknya. Maklum. Papanya enggak mau tahu selama ini, mentang-mentang sudah cerai," ucap Asti sambil terkekeh sambil menurunkan anaknya dari gendongan. "Aku ke belakang dulu ya, mau beberes, sekalian buatkan Mbak Asti minuman," pamit Nirma seperti sengaja memberikan ruang pada Asti dan Kiara untuk bicara empat mata. Mendengar ucapan Asti, Kiara hanya tersenyum kikuk. Ia tak tahu apa maksud ucapan mantan istri suaminya itu. Apakah sebuah keluhan atau sebuah sindiran. Selama Asti menjadi Istri Enggar dulu, mereka berdua memang tidak begitu akrab. Hanya sekedar tahu nama dan rupa saja. Asti sendiri w

