Untuk mengalihkan pikiran dari masalahnya, Enggar kembali menonaktifkan ponselnya. Saat jam kerjanya sudah berakhir, Enggar sengaja mengulur-ngulur waktu meninggalkan ruangan. Hari ini ia ingin menjadi orang terakhir yang meninggalkan parkiran. Enggar ingin melihat apakah Kiara benar-benar menunggunya atau sekedar basa-basinya belaka. Begitu semua orang terlihat sudah keluar melewati pos security, barulah Enggar menyalakan mesin mobil. Enggar melewati pos security dengan hati-hati dan pelan sekali. Mendekati tepi jalan, Enggar menghentikan mobilnya sejenak, untuk menoleh ke kanan dan ke kiri. Tidak ada siapa-siapa. Enggar mengeleng-gelengkan kepala sambil membelokkan kendaraannya ke arah kanan. "Tak salah dugaanku. Kiara hanya mengajakku bercanda dengan berpura-pura ingin menungguk

