Ego Lelaki yang Tersakiti

1663 Kata

Enggar mengarahkan mobil ke tepi jalan raya. Matanya menatap lurus ke arah kendaraan yang berbaris di depan. Sesekali ia memejamkan mata saat lampu kendaraan dari arah berlawanan menyilaukan pandangan. Karena pergi tanpa tujuan, Enggar memilih memarkirkan kendaraannya ke tempat orang-orang bersantai di pinggiran tepian. Enggar memukul stir mobil saat teringat pada foto yang dikirim oleh orang yang sudah tak bisa dihubungi lagi. Sesaat kemudian dia meremas rambutnya yang mulai lepek. Dengan perasaan gusar, Enggar turun dari mobil dan melangkah ke tempat orang-orang bersantai. Matanya menatap ke kanan dan ke kiri sebelum memutuskan ikut duduk bersama mereka yang sedang menikmati kuliner malam kota tepian. Agak risih, karena hanya dirinya yang duduk sendiri. Semua orang berpasangan. Ada ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN