Dia Memilih Pergi

1532 Kata

"Apah?" Jantung Kiara berdegup kencang. "Iya. Ternyata mereka satu kerjaan sekarang," lapor Mayang penuh semangat, seperti baru saja menemukan sebuah permatanya yang hilang. "Hah? Kamu serius? Video mana video?" tanya Kiara nyaris tak percaya. "Tunggu sebentar!" Mayang mematikan sambungan ponsel. Kiara menatap layar ponselnya dengan perasaan harap-harap cemas. Tak lama berselang, sebuah video yang memperlihatkan Nirma dan Irwan keluar beriringan, lalu melipir dari teman-teman mereka yang lain dan berbicara dengan mimik serius terlihat di layar ponsel Kiara. Kiara mengusap tengkuk. Sial sekali. Dulu sewaktu masih pacaran, berulang kali Kiara memaksa Irwan mencari pekerjaan. Dan sekarang, tahu-tahu mantan berondongnya itu satu pekerjaan dengan Nirma. Dua orang yang sama-sama sakit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN