"Oke, Maddie. Jika itu memang keputusanmu, aku menghormatinya.” Charles mengulurkan tangan dan menunjuk dengan gemetar ke sebuah lemari tidak jauh dari sana. “Laci paling bawah di sisi kanan. Ada brankas di dalamnya. Keluarkanlah.” “Baik, Kek.” Madeline mendekat ke arah lemari itu dengan hati-hati, mengeluarkan brankas tersebut dan membawanya ke hadapan Charles. “Kakek, apa kau ingat kata sandinya?” “Kata sandinya adalah hari ulang tahun istriku.” “Istri kakek?” Kalimat itu sangat asing bagi Madeline. Karena ia tidak mengetahui kenangan apapun tentang wanita itu. Pasalnya, istri Charles sudah lama meninggal dunia sejak lama karena sakit keras. “Jeremy mengetahuinya. Suruh dia yang membuka.” Kalimat Charles menjawab ketidak tahuannya. “Baik, Kek. Terima kasih.” Sambil memega

