Tidak Diizinkan

1096 Kata

“Apa kau ingat kata sandinya? Jika kau ingat, bukalah ….” “Ya, aku ingat.” Jeremy mengangguk. Namun, bukan langsung membuka brankas itu, ia justru berbalik dan pergi. “Tunggu sebentar, ada yang harus kulakukan.” Madeline memandang punggung pria itu. Ia tak tahu apa yang akan dilakukannya, tapi karena Jeremy memintanya menunggu, maka Madeline pun menurutinya. Lagi pula, masih ada banyak waktu hingga jam dua siang. Jadi, tidak masalah bagi Madeline menunggu. Jeremy melangkah tergesa menuju kamar Charles. Ia tampak gusar pada sang kakek yang membuat pria berusia senja itu kontan memandang ke arahnya. Inilah yang diharapkan Charles sebenarnya. “Kemarilah, duduk!” Begitu kalimat itu terlontar, Jeremy langsung berlutut di hadapan kakeknya. “Kakek, aku minta maaf. Aku tahu maksudmu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN