Jangan Bercerai!

1164 Kata

Meski Madeline berusaha menghibur pria itu. Tetap saja ia tak bisa membohongi dirinya sendiri. Air mata jatuh membasahi pakaian Jeremy. Karena air mata yang jatuh semakin membanjiri pakaiannya, perban yang menutup luka itu pun basah. Darah tiba-tiba merembes melalui punggung jeremy hingga bercak merah muncul di antara pakaian putihnya. Namun, tidak ada seorang pun yang menyadarinya. Setelah beberapa lama mereka menunggu hingga lampu ruang gawat darurat itu hijau, dokter pun keluar. Mereka yang masih menunggu segera menghampiri sang dokter. “Dokter, bagaimana kabar kakek saya?” tanya Jeremy dengan tergesa. Padahal, Jeremy terbiasa tenang. Tapi saat ini suaranya bergetar. Madeline pun menanti dengan air mata berlinang. Ia tak sanggup menanti jawaban sang dokter. Momen itu sangat menak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN