Hari berlalu, pemakaman Charles pun tiba. Ruang duka dipenuhi oleh air mata. Banyak yang datang untuk berbela sungkawa. Di ruang tersebut, Madeline berlutut sambil diam-diam melihat foto Charles. Ia teringat kalimat terakhir yang diucapkan oleh kakeknya. Bahwa, Charles tak ingin melihatnya menangis. Kini, ia pun menurutinya. Madeline sama sekali tidak menangis. Kala itu, hujan turun begitu deras. Pakaian hitam mendominasi area pemakaman, termasuk Madeline. Ada sebuah bunga putih yang bercokol di d**a Madeline—pertanda bahwa ia salah satu keluarga yang berduka.Ia memegang payung dan berdiri diantara kerumunan. Melalui air yang berjatuhan dari payungnya, ia melihat Charles tersenyum. “Maddie, jangan menangis. Aku suka melihatmu tersenyum. Karena Maddie-ku sangat cantik jika tersenyum.”

