Chapter 24

1406 Kata

Hari yang panjang dan melelahkan akhirnya berhenti sejenak. Saat sinar matahari sudah memasuki celah ruang kamar itu, Renata yang terpejam kini sedikit demi sedikit membuka matanya. Tidak lagi terkejut dengan keberadaan seorang laki-laki yang sudah cukup lama ia kenal berada di smping ranjangnya. Tidur tanpa mengenakan pakaiannya, yang tertidur pulas di balik wajah tampannya. Kini dia memahami banyak hal, dari sorot mata tajamnya dan staylan jas yang terlihat cool itu menyimpan beribu kehangatan yang tidak bisa di ungkapkan oleh Frans. Mungkin dengan caranya sendiri dia melakukan hal yang menurut orang lain itu menyebalkan untuk memperlihatkan sisi baiknya. Renata terus memandangi wajah miliknya, jemarinya menyentuh hidung runcing dan bibir Frans. "Sayang masih sepagi ini kenapa kau ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN