Chapter 23

1251 Kata

Setelah pintu ruangan Renata terbuka dan mereka masuk. Ketiganya langsung menatap Renata dan Resya dengan penuh tanda tanya. Resya di persilahkan duduk oleh Renata, lalu Renata meminta stafnya mengambilkan 5 cangkir ice coffelatte, Resya terlihat sedang mengamati ruangan milik Renata. Dengan anggukan yang memperjelaskan jika dirinya menyukai nuansa dekor yang Renata buat. "Ruangan kakak ipar bagus sekali, sekali lihat saja aku sudah tahu kalau kau itu tipikal orang yang keras kepala dan pekerja keras." Ucapnya dengan sedikit sindiran. Mereka di buat kagum dengan penilaian Resya, terlebih ketiga teman Renata lebih terkejut dengan sapaan yang Resya utarakan beberapa detik yang lalu, 'kakak ipar'. "Penilaianmu tidak meleset." Sahut Renata. Renata pun tahu sepertinya Resya jauh berbeda de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN