chapter 5

1153 Kata
pernikahan bak seorang putri akan di gelar beberapa jam lagi, cukup memodalkan senyuman sudah mampu menyelamatkan Renata nanti tapi apa daya Senyum tidak bisa dia perlihatkan sedikitpun. "Tuan ada nyonya Karen dan Mandy ingin menemui anda." ujar seseorang yang tengah berdiri di belakang Frans. Frans menoleh dengan sedikit menunjuk ke arah sekitar, "Kau lihat di mana ini sekarang? haruskah aku membuat spanduk 'nona Karen dan Mandy di larang masuk' seperti itu. khhaaa?! usir mereka meski harus dengan kekerasa." Amarah Frans sedikit memuncak dia tahu dengan sifat kedua wanita itu, dan atas permintaan Renata jika Karen tidak di izinkan datang. Frans kini pergi meninggalkan sekertarisnya beserta orang tadi. "Kau usir mereka, jangan sampai mereka masuk dan mengacaukan pestanya!" ujar Sekertaris Jim dia mengangguk, "Tapi bagaimana jika mereka memaksa?" Tanyannya "Apa kau bodoh yah kau halangi mereka, jangan bikin Tuan Frans marah. Mengerti!" gertaknya Kenapa mereka harus takut dengan Nona Karen ataupun Mandy. Aku rasa yang akan menjadi nyonya yang benar dalam keluarga Alvarado ialah Renata, batin sekertaris Jim lalu pergi. terlihat Karen dan Mandy mencoba masuk dengan paksa namun selalu di halangi penjaganya Frans. mereka selalu mengatakan, 'Apa kalian tidak tahu siapa kami, kami adalah bla bla bla'. mereka pikir dengan mengatakan istrinya Frans Alvarado hal itu akan mampu menaklukan dan menakuti penjaga yang berbody kekar. "Maaf Nyonya, kalian tidak di izinkan masuk atas perintah tuan Frans." ucap salah satu penjaga Frans yang tadi melapor yang datang dari arah dalam. "Apa!" sontak membuat Karen dan Mondy naik pitang, "Kalian itu ya. kalian mau aku habisi seluruh keluarga kalian bahkan sampai anak cucu kalian, biarkan kami masuk!" Gertak Karen "Kami istri sahnya Frans, bagaimana bisa kalian melarang kami masuk." sahut Mandy "Mohom maaf kami hanya melakukan apa yang Tuan Alvarado perintahkan." ujarnya sambil menunduk, "kalian bawa mereka pergi dari sini." ujarnya lagi kepada dua penjaga lainnya. Awas saja kau w***********g, batin Karen. *** sanne meminta seorang pelayan yang melayani Renata, "Sisanya akan aku kerjakan. Tolong ambilkan secangkir s**u buat nona Renata." Pinta Sanne. pelayan itu tersenyum lalu Sanne kembali ke ruang ganti Renata, "Nona Renata, apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Sanne "Sanne, apa ini semua benar? semua yang aku lakukan benar? tapi akankah aku bahagia? atau akankah aku masih bisa bertahan hidup?-" "Nona..., apapun yang ada di pikiranmu sekarang biarlah mereka bekerja sendiri. iv kau ikuti setiap kegelisahan yang membuatmu takut, ini kehidupan nyata bukan fiksi yang mampu kita rubah menjadi alur yang sesuai. Nona Renata apapun yang akan terjadi Nona tetaplah menjadi Renata yang kuat." potong Sanne yang membuat Renata sedikit terdiam lalu tersenyum tipis. Sanne benar, setelah pernikahan ini kehidupan yang sebenarnya akan Renata hadapi. KREAT Pintu terbuka dan menampakan sesosok laki-laki berjas hitam, terlihat kekar dan berwibawa aroma yang khas yaitu Bau kematian bagi Renata, Frans mendekati Renata lalu menyuruh Sanne untuk keluar. "Bagaimana sayang?" Tanya Frans "Psiko, apa kau akan melepaskanku setelah pernikahan ini." Jawab Renata Seperti biasanya Frans sedikit mengangkat ujung bibirnya dan satu alisnya lalu dia duduk di kursi sambil menyilangkan kakinya, "Sejak kapan kau panggil aku Psiko? tapi aku senang karna itu berati kau sudah tahu siapa aku." Renata mendekati Frans dengan tenang kemuadian duduk di pangkuan Frans. "Jika kau melepaskanku setelah pernikahan aku berjanji akan menuruti semua perkataanmu, bagaimana?" tanya Renata Frans tertawa lalu menyetuh dagu Renata dan sedikit menariknya ke atas, "Apa yang akan aku dapat sayang hhmm? apa kau buta juga sayang, setelah pernikahan ini justru kau akan menjadi miliku selamanya." ujarnya lalu mencoba menciun Renata namun Renata langsung bangkit dan berdiri di depan Frans "Ternyata cara lembut maupun kasar tidak akan mempan buatmu Frans, ya..tenang Frans mungkin semua wanita yang berada di kamarmu itu mampu kau taklukan tapi tidak dengan aku, jadi kau salah pilih wanita!" Gertak Renata "Baiklah kita akan lihat siapa yang bisa menaklukan siapa?!" timpal Frans lalu pergi keluar. Setelah Frans keluar Renata melepaskan nafasnya dengan tenang. apa aku bisa berdiri bersama laki-laki itu, batinya tok tok "Masuk sanne." ujar Renata Sanne masuk dengan membawa segelas s**u, dan di berikannya ke Renata. *** Pukul kini menunjukan 07:00, waktu pernikahan sudah di mulai. semua tamu dari kalangan pembisnis dan sedikit teman Renata sudah berkumpul. Pendeta pun sudah memberikan arahan untuk tahap acaranya, saat waktunya tiba Renata pun masuk di ikuti Arja yang berada di sampinya untuk menuntun Renata ke altar. Semua mata tertuju pada sosok Wanita yang cantik dan seksi, semuanya memberikan tepukan tangan yang meriah. "Tidak aku sangka Renata akan menikahi Frans Alvarado, dan yang lebih nggak aku sangka Tuan Alvarado memberikan pesta pernikahan semegah ini." ujar Arin teman Renata "Kau benar Rin, aku dengar tuan Alvarado itu punya istri 3 tapi saat menikahi mereka semua tidak ada yang semeriah ini bahkan katanya lagi tidak ada pesta pernikahan." timpal Janne "Tapi di mana para istrinya Tuan alva-" "pasti dia serius mencintai Renata." Potong Adelie Jika benar mungkin sebuah keberuntungan untuk Renata tapi masalahnya Renata masih menyimpan benih cinta untuk sesorang. Setelah pengucapan sumpah janji pernikahan, Frans langsung mencium Renata, awalnya Renata menolak namun, "Jika kau tidak ikuti ucapanku kau akan menyesal." Ujarnya Frans. Renata dan Frans menyapa para tamu, sekilas senyum dengan paksa Renata gambarkan. karna jika bukan kakaknya yang meminta dia tidak sudi menjadi bagian dari citra Frans Alvarado. "waah waahh Frans kau hebat sekali kau mendapatka istri yang cantik." ujar salah satu kolega dan teman Frans. "Thanks. siapa dulu Alvarado ha ha ha." tawa Frans sembari merangkul Renata. Renata bosan dengan cibiran para tamunya Frans. Renata meminta ijin Frans untuk pergi ke teman-temannya sebentar namun seketika tanganya di tarik yang membuat Renata hampir terjatuh. "Apa yang kau lakukan?" Bisik Renata. "Jangan kau coba untu pergi." Jawabnya Terlihat seorang wanita tidak jauh berbeda dari usia Renata mungkin hanya berjarak 5 thn dengan seuntas senyumnya itu dia menghampiri Renata dan Frans. Kini dia berdiri di depan mereka, lalu menundukan kepalanya seakan menghormati mereka. "Selamat atas pernikahanmu tuan Frans Alvarado dan Nona Renata Alvarado." ujarnya sembari senyum "thanks, Anna." Jawab Frans dan sedikit tersenyum Renata yang melihat Frans tersenyum sedikit tersipu, bagaiman bisa seorang laki-laki psiko seperti Frans mampu menunjukan garis senyumnya dan itu terlihat nyata. "Nona Renata perkenalkan saya Annastasya Alvarado istri pertama Tuan Frans." ujarnya lagi sembari tersenyum. Renata sedikit tekejut karena dia sudah menemui Karen, istri kedua Frans dan yang pasti ada istri pertamanya, tapi yang membuat Renata jauh lebih terkejut. mengapa Anna tidak terlihat seperti istri kedua Frans dan Frans pun mampu berbicara ramah dengannya. seakan-akan dia bukanlah Frans Alvarado yang Renata kenal. Apa Frans mencintai istri pertamanya?, batin Renata "Sekarang kehidupanku berada di tangannya, entah apa yang akan terjadi kedepannya akan aku pastikan dia tidak bisa menyentuhku dan kakakku lagi." Gerutu Renata pada dirinya sendiri. thanks semuanya udah mau menyempatkan waktu buat membaca ceritanya aku, maaf juga jika masih berantakan. makasih semuanya, love you all yang sudah mampir di cerita aku
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN