Keesokan harinya, berjalan seperti biasa. Adhitama sudah mulai kembali bekerja. Kali ini Embun tidak menyiapkan segala keperluan untuk Adhitama karena memang sekarang masih bagian Hilya. Embun memberi kesempatan pada Hilya untuk melayani Adhitama. “Hari ini kamu layani Mas Tama, ya, Hilya? Siapkan sarapan, pakaian untuk ke kantor, dan lain-lain. Kamu harus bisa mengambil hati Mas Tama.” Embun tersenyum pada Hilya. “Iya, Mbak. Terima kasih sudah dikasih tau,” ucap Hilya sambil tersenyum. Embun pun lalu memberi tahu Hilya bagaimana agar Adhitama senang. Saat sarapan sudah siap, Embun pun meminta Hilya untuk memanggil Adhitama. Saat tiba di kamar, Hilya langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. “Mas, sarapannya sudah siap,” ucap Hilya. Adhitama yang sedang memasang dasi pun l

