Di kamar, Adhitama langsung menuju sofa. Dia duduk dan menatap Hilya yang sedang tersenyum sendiri. Adhitama merasa Hilya seperti bahagia setelah mendengar kata-kata bulan madu dari Embun. Adhitama menarik napas kasar. Sesungguhnya dia begitu malas untuk bulan madu bersama Hilya. Adhitama mau asal bertiga. “Kamu ngapain senyum-senyum sendiri gitu?” tanya Adhitama dengan nada suara yang ketua. Hilya langsung menoleh ke arah Adhitama. Dia langsung gugup. Wajahnya memerah. Sepertinya dia malu karena ketahuan bahagia akan bulan madu bersama suaminya. Ya, Hilya memang memiliki rasa pada Adhitama. “Kamu jangan kegr-an. Jangan dikira bisa bulan madu gitu aja! Aku malas! Lagian aku harus mulai kerja besok!” Adhitama menatap Hilya dengan tajam. Adhitama sama sekali tak menyukai Hilya bisa berb

