Keputusan Hilya

1842 Kata

Akhirnya, tak berapa lama tibalah mereka di rumah Hilya. Embun pun turun untuk mengantar Hilya. Adhitama awalnya tak mau ikut turun, tetapi karena dipaksa Embun, akhirnya dia pun menurut. “Nggak enak entar sama kedua orang tua Hilya, Mas,” ucap Embun. Adhitama memutar bola mata, malas. Namun, dia tetap saja turun dari mobil karena Adhitama tak bisa menolak apa yang dikatakan Embun. “Assalamualaikum, Hilya pulang, Bu, Yah.” Hilya pun langsung membuka pintu yang tak dikunci. Pintu terbuka, lalu Hilya mengajak Embun dan Adhitama masuk. Kebetulan kedua orang tua Hilya sedang bersantai di ruang tamu, sepertinya menunggu kedatangan Hilya. Saat melihat ada tamu, Bu Sari langsung berdiri dan mempersilakan tamu untuk duduk. “Makasih, Tante. Om.” Embun mengangguk dan tersenyum. Adhitama pun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN