Sebuah Keputusan

1133 Kata

Setelah menyelesaikan pekerjaannya Embun pergi menuju kamarnya. Dia ingin menenangkan pikirannya. Terlihat Bu Retno sedang bercengkerama dengan Hilya. Meskipun Embun merasa iri dengan kehangatan sikap Bu Retno pada Hilya, tetapi dia hanya melirik sebentar, lalu lanjut melangkah pergi. Setiba di kamar, Embun merenung seorang diri. Dia berpikir, apa sebaiknya dia menyerah dan pergi dari kehidupan Adhitama? Namun, jika dia menyerah maka Bu Retno akan merasa menang, karena berhasil mengusir Embun perlahan. Embun menarik napas dalam. “Aku harus bicara berdua dengan Hilya.” Embun bermonolog. Kemudian, Embun berdiri dan melangkah menuju tempat Hilya, tak peduli meskipun ada Bu Retno. Embun menuruni tangga satu per satu menuju lantai satu. Sampai di bawah, ternyata Hilya sendiri. “Hilya!” p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN