Malam Pertama Menyedihkan

1469 Kata

Malam hari setelah acara akad, Embun hanya bisa terduduk murung di ranjang. Meskipun berusaha tegar dan dia sendiri yang meminta, tetapi hati wanita itu rapuh. Embun masih teringat kejadian tadi pagi. Ya, meskipun tadi pagi dia begitu tegar, tetapi malam harinya dia benar-benar rapuh. Sesungguhnya Embun memang rapuh, hati wanita mana yang akan benar-benar rela dan ikhlas suaminya menikah lagi. Andai ada pilihan lain serta Embun tak dipaksa memilih, maka dia akan lebih memilih tak mengizinkan suaminya menikah lagi. Seketika hati Embun patah dan hancur berkeping-keping. Embun hanya diam membisu di ranjang. Matanya sembab, bahu wanita itu berguncang hebat. “Sayang … jangan bersedih. Aku merasa bersalah dengan semua ini.” Kata-kata Adhitama tadi sebelum Embun berpamitan pulang masih teringat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN