Tibalah saat yang mendebarkan bagi Embun. Hari pernikahan kedua Adhitama. Bu Retno tampak begitu sibuk. Dia meminta semuanya tak ada yang terlewat. Embun pun membantu merapikan jas yang dipakai Adhitama. “Ayo, sudah jam berapa ini? Seserahannya jangan sampai ada yang ketinggalan.” Bu Retno memberi peringatan kepada rewang yang ada. “Embun, ingat nanti saat ijab jangan sampai kamu bikin masalah di rumah Hilya!” Bu Retno memberi peringatan pada Embun. “Iya, Ma,” jawab Embun. Kemudian, Bu Retno kembali keluar. Ya, sebentar lagi Adhitama akan resmi menjadi suami Hilya. Tentu saja Embun sedih, tetapi dia harus berpura-pura bahagia di hadapan semua orang. “Sayang, kamu yakin dengan semua ini?” tanya Adhitama sekali lagi. Dia ingin meyakinkan Embun bahwa semua yang telah terjadi tak akan bis

