Dalam hati Embun sejujurnya memang cemburu saat melihat perlakuan suaminya pada Hilya. Namun, Embun tak bisa berbuat banyak. Dia harus menyadari kalau Hilya memang pantas disayang sebab sudah memberikan seorang anak untuk Adhitama. Berbeda dengan dirinya yang tak akan pernah bisa memberikan kebahagiaan untuk Adhitama. Saat Embun sedang berada di kamar Hilya, Adhitama datang bersama Bu Retno. Tentu saja Bu Retno terlihat bahagia. Saat datang, dia langsung memeluk Hilya dengan erat. “Akhirnya kamu hamil juga. Kamu memang istri yang sempurna dan hebat. Nggak sampai bertahun-tahun menjalani pernikahan sudah hamil.” Bu Retno tersenyum bahagia menatap Hilya. Kemudian, dia melirik Embun dengan sinis. “Gini kalau wanita sempurna, bisa hamil dan jadi ibu,” kata Bu Retno sambil melirik tajam ke

