Jino tanpa sadar senyum-senyum sendiri saat membaca cerita dari buku itu. Judul cerita ‘peri friendship’. Menceritakan tentang seorang Peri yang membantu seorang gadis kecil agar memiliki teman. Teman yang tulus, karena selama ini gadis kecil itu tidak memilikinya, dan gadis itu juga merasa sangat takut berteman. Tapi berkat ada Peri itu, gadis itu jadi punya teman yang tulus, dan Guru-Guru pun menyayanginya. Namun di tengah-tengah cerita, Jino malah menemukan selembar berisi tulisan yang acak-acakan, dan sepertinya bukan tulisan tangan Ana. 'Kenapa lo suka nulis? Buat apaan coba, emang gak bisa ya lo berenti? Dasar aneh. Dasar tukang ngayal, orang gila. Hobinya bikin-bikin cerita ngarang, dasar tukang bohong.’ "What the...’’ gumam Jino merasa tidak percaya dengan tulisan yang baru ia

