Langit mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Beberapa kali bahkan menyerobot lampu merah dan mendapat teriakan dari pengendara lain. Namun itu tidak membuatnya memelan justru semakin kencang berkendara. Kabar yang diberikan Dani membuatnya terlampau khawatir terlebih sang adik menjadi korban penembakan. Berbeda dengan Langit yang kesulitan mengendalikan emosi, Lingga justru terlihat lebih tenang. Bukan tidak khawatir hanya saja dia merasa tidak bisa berpikir jernih jika diliputi amarah. Sampai di pelataran rumah sakit Lingga turun lebih dulu untuk langsung menuju ruang perawatan sang istri. Senja masih menjalani operasi sehingga mustahil dirinya bisa masuk. “Kamu langsung temui Rindu ya. Biar Papa pastikan kondisi mamamu,” pesannya sebelum benar-benar turun. Langit mengangguk ke

