Menginjak pedal gas mobil dengan kuat membuat mobil yang Ezra kendarai menjadi berkecepatan kencang. Bukannya ia mencari mati, tapi ia sedang terburu-buru. Terlihat dari wajahnya yang sudah panik tidak karuan. Sangat singkat waktu yang ia butuhkan untuk sampai di butik. Buktinya kini, mobilnya sudah terparkir dengan asal saja di halaman butik. Keluar dari mobil sportnya dengan tergesa-gesa. "Astaga..." Ezra geleng-geleng kepala melihat kaca depan butiknya yang sudah pecah berserakan. Saat Ezra di rumah tadi, tepatnya setelah ia masuk ke dalam kamar, ponsel ia silent karena ia ingin menikmati waktu mandinya tanpa diganggu siapa pun. Setelah selesai dan rapi, barulah ia mengecek ponselnya dan ternyata sudah ada panggilan tak terjawab dari abangnya dan satu pesan yang membuat ia langsung b

