Mobil melaju dengan kecepatan normal. Ezra dan Aryan sedang menuju ke butik untuk mengecek semuanya masih aman atau tidak. Segala kemungkinan buruk hinggap di otak Ezra malah membuat ia jadi khawatir. "Tenang, semua akan baik-baik saja." Aryan mencoba menenangkan adiknya agar tidak perlu terlalu khawatir. "Itu Tama," ucap Ezra saat melihat Tama yang sudah berdiri di dekat mobilnya. Rumah Tama memang tidak jauh dari butik, jadi wajar saja ia sampai lebih dulu. Dengan keadaan yang sama dengan Ezra hanya menggunakan baju tidur, Tama bertanya, "Ada apa sebenarnya?" "Kunci mana?" tanya Ezra dengan mengulurkan tangannya meminta kunci butik tanpa menjawab pertanyaan dari asistennya. Tama yang bingung tanpa bertanya lagi langsung memberikan apa yang diminta oleh bosnya ini. "Kalian enggak ad

