"Dari mana saja kamu?" tanya Ezra. "Maaf, telat," jawab Tama ngos-ngosan. Bayangkan saja, Tama datang di saat-saat acara sudah mau selesai bahkan sudah hampir sepi. "Ini bukan telat lagi, Tama. Mending tidak usah datang kalau datangmu jam segini," ujar Ezra memutar bola matanya malas. "Ya, maaf..." Tama masih berusaha menormalkan pernapasannya. Sial, harus ia alami malam ini. "Kamu datang jalan kaki dari rumahmu sampai ke sini, iya?" sindir Ezra. "Enggak," jawab Tama lalu duduk saja. Kemudian ia meminum air mineral yang ada di atas meja. "Lalu, kenapa kamu kehabisan napas gitu?" Ezra tentu saja heran apa lagi melihat penampilan asistennya yang sudah tidak rapi lagi. "Ngos-ngosan..bukan kehabisan napas, mau mati kali ahh," ucap Tama tidak setuju dengan penggunaan kata Ezra dalam ber

