Elias jadi bingung mendengar ucapan Ezra yang tidak bersahabat sama sekali. Ada nada emosi dari cara bicara Ezra padanya. "Tidak usah mengurusiku. Urus saja hidupmu sendiri," ujar Ezra. Entah dari mana datangnya emosinya kini. Mungkin sudah terlalu muak dengan sikap kakak iparnya yang sok baik. "Jangan sok baik di depanku, tidak akan mempan," ucap Ezra lagi. "Maksudmu?" Elias bertanya dengan keheranan. "Kamu tidak usah akting jika di depanku karena aku sudah tahu rahasiamu," ucap Ezra. Elias sedikit terkejut. Apa saja yang telah diketahui oleh adik iparnya. Semoga saja tidak banyak. "Aku tahu kamu ingin menghancurkan keluargaku kan!" "Dengarkan aku dulu, aku bisa menjelaskan semuanya, Ezra," ujar Elias. Mungkin sudah saatnya ia mengatakan yang sebenarnya kepada adik iparnya. "Apa!"

