Melihat sekeliling dalam kondisi aman, Elias terburu-buru menuruni anak tangga hingga berhasil keluar dari rumah. Ia sudah memesan taksi beberapa menit yang lalu dan sekarang sudah berada di depan gerbang. Elias langsung masuk ke dalam taksi dan menyuruh sopir untuk menjalankan mobil. Kecepatan mobil normal, tapi detakkan jantung Elias tidak normal karena ia sedang khawatir dan juga merasa takut. Dalam hatinya, semoga semuanya terkendali. Sudah lima hari berlalu, Elias masih tetap berusaha membuat Ezra untuk percaya, tapi sia-sia saja. Dan kini, Elias harus menghadapi sesuatu yang bisa saja akan memperumit semuanya lagi. Ia menggelengkan kepalanya mencoba membuang segala macam pemikiran buruk yang terlintas. Taksi berhenti di depan sebuah hotel di wilayah Jakarta. Tidak terlalu jauh dar

